ISTRI ADIK IPARKU YANG KEGATELAN
"Saya kecewa bukan karena alasan yang bapak pikir. Saya cuma enggak suka menunggu. Bayangin aja, hampir sejam saya berdiri sendirian di depan restoran seperti orang bodoh. Di tambah saya enggak bisa hubungi bapak, siapa yang enggak kecewa coba?"
Justin tertawa pelan. "Tetap saja, aku seneng. Kalau kamu kecewa karena aku, itu artinya aku cukup berarti buatmu!"
Nara mendecak, "Kalau Bapak mau mikir kayak gitu ya silahkan, tapi jangan salahkan saya kalau nanti bapak kecewa karena terlalu berekspetasi."
"Iya-iya, Nara. Dari awal aku udah siap dengan resikonya. Kamu enggak usah pernah merasa bersalah karna itu murni kesalahanku!"