Nikah Tanpa Undangan
Langkahnya semakin dipercepat, berharap segera memeluk wanita cantik dengan hijab abu-abu, namun sayang satpam menghalanginya, kali ini dia benar-benar terlambat.
"Tolong pak! Saya harus bertemu dengan istri saya." Rengeknya, namun satpam tetap menahannya dan tak memperbolehkan untuk masuk.
Restu bersimpuh diatas lantai, mencuri perhatian banyak orang, air matanya jatuh tak tertahankan.
"Kayla! Maafkan aku!" Gumamnya lirih, menatap kearah kaca besar yang memperlihatkan sebuah pesawat yang siap untuk lepas landas.
Hot Chapters