Siapa yang Mengerti Hatiku?
Namun dia sama sekali tak peduli, seperti binatang buas yang sepenuhnya tersulut amarah dan kehilangan seluruh akal sehat.
...
Tengah malam di Kota Laruna, dinginnya menusuk tulang.
Jusifan tergeletak di karpet apartemen mewah yang dingin dan kosong, di sekelilingnya berserakan botol-botol alkohol kosong.
Whiskey yang pekat membakar tenggorokannya, tetapi tak mampu melumpuhkan rasa sakit yang mencabik di dalam hatinya.
Kalimat Oria, "rasa sukamu membuatku merasa mual", bagaikan paku es beracun, terus terulang di benaknya, menghancurkan sisa harga diri dan harapannya hingga remuk.