Kalimat itu lebih mirip pepatah kolektif daripada karya satu penulis tunggal.
Kalau kamu lihat frasa 'tidak ada manusia yang sempurna', hampir selalu muncul tanpa kredit, karena ini adalah ringkasan dari gagasan panjang yang sudah ada sejak lama di banyak kebudayaan. Dalam tradisi barat ada padanan yang terkenal: 'To err is human', yang sering dikaitkan dengan tulisan-tulisan klasik; versi populer lengkapnya adalah 'To err is human; to forgive, divine' oleh Alexander Pope. Sebelum Pope, gagasan bahwa kesalahan adalah bagian dari kodrat manusia sudah muncul dalam ungkapan Latin dan pemikiran Stoik—jadi sebenarnya ini lebih berupa hikmat leluhur daripada kutipan dari satu orang saja.
Jadi, kalau kamu butuh referensi untuk konteks historis, sebutkan asal idiom Latin atau Pope sebagai bentuk elaborasi terkenal. Tapi kalau tujuanmu mengutip di caption atau esai, aman kalau kamu sebut sebagai 'peribahasa' atau 'pepatah umum' karena memang tidak punya satu pengarang jelas. Aku biasanya pakai itu buat ingatkan diri sendiri untuk lebih sabar sama kesalahan orang lain, dan itu terasa lebih nyaman daripada melacak satu nama penulis tertentu.