Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Hal itu membuat Ernest gembira, lebih-lebih lagi pada poin tidak boleh saling mengatur kehidupan pribadi satu sama lain. "Kau yakin dengan semua poin perjanjian ini Nona?" tanya Ernest sembari mengangkat berkas itu. "Tentu saja, memangnya kenapa. Kau keberatan?" Hiraya malah balik bertanya. "Tentu saja tidak, tapi apa kau cukup yakin dengan poin ke lima. Di sini tertulis kalau kita dilarang saling jatuh cinta, kau sungguh bisa melakukannya?" tanya Ernest dengan wajah tengil dan ekspresi mengejek.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Menunggu persetujuan dari kedua orang tuanya. "Ayah ikut sama keputusan Ummimu," kata Samuel sembari mengembuskan napas kasar. Santia bergeming sejenak memperhatikan lekat wajah Vitaloka. Kalau dia melarang, artinya dia menghalangi cita-cita Vitaloka yang ingin menjadi editor besar di stasiun televisi tersebut. Namun, kalau mengizinkan. Dia akan dihantui oleh rasa khawatiran tanpa dipantau.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
TAKDIR

TAKDIR

Lanjut Alisha dalam hati. “Oh iya, Ayza. Soal tadi, maaf ya, sebelumnya gak bilang kamu dulu. Sebenernya kalo kamu mau nolak juga gapapa kok. Ayah sama Bunda cuman mau yang terbaik buat kamu. Tapi, Ayah sama Bunda juga berharap kamu bisa nerima.” Ucap Alwi. Ayza menatap Ayah dan Bundanya bergantian, “Iya, gapapa kok Yah, Ayza ngerti, dan Ayza juga mau coba buat terima.” Jawab Ayza.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
TAKDIR

TAKDIR

Kata Vania memohon. Ratih hanya diam, jika menolak maka dia akan dianggap tidak sopan karena berani menentang keinginan majikan, namun jika ia mengizinkan Vania ikit, ia takut jika hal yang sama akan terjadi lagi. “Kamu tetap diam di rumah, jika kamu ingin membeli jajanan pasar seperti biasa cukup titip saja pada Ratih. Ini uangnya.” Kata Oma Rahma sembari memberikan uang belanja untuk Ratih.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

“Kau hampir mendapatkannya.” Moreau sengaja menggunakan kata ‘hampir’ sekadar mengisyaratkan situasi mereka; yang belum nikah—tidak—dia yang menolak untuk menikah. Namun, jika Abihirt menawarkan ajakan seperti malam itu. Dia mungkin akan mempertimbangkan kembali. Barangkali tidak akan seberani—saat keraguan masih mengambil alih—sekadar menolak pria yang sebenarnya masih begitu dicintai. “Hampir mendapatkannya, bukan berarti akan, Moreau. Tapi, selama kau di samping ... aku akan baik – baik saja.”
1032.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

kata Nico, wajahnya tampak serius. "Memangnya kenapa?" tanya Jessica dengan tampang tak bersalahnya. "Kita bisa mati karena kamu!" kata Nico serius. Jessica diam sejenak lalu ia menyunggingkan sudut bibirnya. "Baiklah," kata Jessica, "aku tidak akan mengebut." "Janji?" ujar Nico, "kalau kau ingkar, aku tidak mau lagi ikut denganmu atau aku mengundurkan diri saja dari proyek ini."
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Sepertinya dia sudah memutuskan untuk menerima lamaran dari Pak Ali, ketika anggukan kepala pak Ali terlihat oleh Evan dan pak Dimas "Memang seharusnya tidak ada tenggang waktu untuk sebuah pernikahan, Ali. Karena pernikahan itu sakral, janji yang terucap karena Allah. Aku setuju dengan syarat yang diajukan Evan." Sokong pak Dimas sambil menepuk bahu kanan dari sahabatnya itu.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) "Saya tidak akan mengajukan pertanyaan mau atau tidak atas keinginan saya tersebut pada kamu, Siti. Tapi saya mohon, beri kesempatan untuk Aarav mengenal kamu lebih." "Maaf, Pak. Saya belum ada keinginan membuka hati untuk pria manapun. Saat ini mau fokus kerja, membahagiakan anak dan juga orang tua."
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

Hakim berseru sambil mengetuk palu. "Interupsi, Yang Mulia." Papa kembali bersuara. "Tattoo pun tidak bisa dijadikan sebagai patokan, mengingat tattoo bisa dihapus kapan saja. Untuk saudara Megantara kita bisa menghadirkan di lain waktu jika diperkenankan." Bisik-bisik kembali terdengar. "Keberatan, Yang Mulia." Pengacara Ervan tak terima. "Keberatan ditolak."
9.9189.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai no rejection allowed
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Ma, please … restui hubungan Surya sama Aurel. Kami sudah berjalan sejauh ini dan Aurel sudah mati-matian untuk bisa direstui ayahnya. Kalau Mama tidak memberi restu, bisa-bisa, ayahnya Aurel berubah pikiran." Aku berusaha membujuk Mama agar mau merestui hubungan kami berdua. Pernikahan tinggal di depan mata, hanya tinggal menunggu restu dari Mama. Kalau Mama tidak kunjung memberi restu, maka aku terpaksa menikah tanpa restunya. Aku tidak tega sama Aurel. Dia akan hancur kalau tahu pernikahan ini kubatalkan karena terhalang restu dari orangtuaku. Meskipun akhirnya aku menentang Mama. "Bagus kalau begitu. Jadi batalkan saja rencana kalian. Sudah Mama kasih tahu diawal kalau Mama tidak setuju
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai no rejection allowed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status