2'20
Air mata Jane menetes di hadapannya, cengkeraman kuat gadis itu perlahan mulai melemah di kerah bajunya, membuat Arta sadar bahwa kini Jane mulai menyadari realita yang ada.
“Kau ... terdengar cukup puas melontarkan kalimat seperti itu, Arta.” Suara Putra tiba-tiba saja terdengar bersamaan dengan keritan keras yang menggema karena gerbang utara yang terbuka.
Mereka semua terdiam, tanpa sadar sama-sama menoleh ke arah utara laut di mana gerbang raksasa itu berada. Berbagai mahluk keluar dari sana, Arta menelan salivanya tanpa sadar bersamaan dengan wajahnya yang susah payah mencoba menoleh ke puncak gerbang selata,n yang kini telah dibekukan, dan hancur di bagian dalamnya.
Sikat na Kabanata