Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Ia bahkan tidak sadar malam telah merambat begitu jauh. Jam hampir menunjukkan tengah malam. Angin malam berembus pelan, menerbangkan beberapa helai rambutnya. Tatapannya kosong menembus gelap. “Alasan Papa membawa Satria...” gumamnya lirih. Kalimat itu menggantung di udara. Beberapa detik kemudian, dahinya perlahan berkerut. “Satria berasal dari Manado...”
10245.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai santri kalong
Tampilkan Ulasan (117)
Baca
+Pustaka
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Baca Semua Ulasan
ISTRIKU YANG MALANG

ISTRIKU YANG MALANG

timpal Kiki sambil menaik turunkan alis tebalnya. "Ogah, gue bosan sama ciwi-ciwi piaraan si Nengsih. Sudah pada kendor!" kata Adit memutar bola mata malas. "Iya juga sih. Kalau enggak kita cari di desa saja ikut Ayman ke Kalimantan. Pasti banyak anak ciwi bersegel. Iyakan?" ujar Kiki kembali dengan ide liarnya seperti setahun lalu. Ayman yang mendengar celoteh Kiki dengan segala niatnya langsung melotot dan menggeleng. Ayman tak akan mau memboyong dua teman setannya ini karena pasti akan membuat ulah, sedangkan dia baru saja menyelesaikan masalah yang dulu pernah terjadi dan jadi penyesalannya selama ini.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Tanya Zamrud Angin berderu dengan keras, asap rokok Zamrud terbelah dan hilang. Saudaranya disebelah Zamrud meringis karena bau rokok mengenainya. Dia bukan perokok seperti Zamrud. Seorang nelayan pantang untuk merokok karena akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Merasa tak enak, Zamrud berdehem dan membenarkan posisi duduk. “ Dia orang Kalimantan, sudah setahun disini. Cerita orang, dia kabur dari konflik berdarah disana. ”
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Bukan hanya itu, tabir keindahan bukit Kantawan pun tersibak ketika matahari mulai menyingsing. Sungguh keindahan alam yang membuat hati berdecak kagum seraya memuji Sang Penciptanya. Maasya Allah. Ayah Ibu dan juga Dara kemudian menghampiri. "Kita naik lanting, Yuk!" ajak ibu. Wisata naik lanting atau bamboo rafting memang menjadi wisata andalan selain pemandian air hangat di Tanuhi dan air terjun Haratai.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

“Bismillah…” Kalimat itu yang terucap pertama kali saat Reina melangkah meninggalkan kota Sukabumi menuju Tangerang. Memang tidak mudah mengambil keputusan, akan tetapi semua itu sudah menjadi pertimbangan serta pergulatan cukup panjang dalam munajah Reina selama dua pekan terakhir.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Kamar pun banyak yang tidak terisi. "Iki ...." Aku berlari menghampiri anak lelaki yang sedang main loncat-loncat itu. Baby sitter duduk tak jauh darinya. Aku langsung bermain dengan Zikri melepas kerinduan sampai cukup lama. Sulastri berjalan ke sini. "Nyonya muda, dipanggil Tuan Muda." "Apa-apaan sih kamu, Lastri." Aku tersenyum geli. Bisa saja dia.
9.781.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Om Dingin

Istri Kecil Om Dingin

jelas suster itu. Emily semakin bingung, dia menatap Axel dan suster itu secara bergantian. "Om, sebenarnya siapa yang ada di sini?" tanya Emily sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya. Axel mengalihkan tatapannya pada Emily. "Kamu akan lihat sebentar lagi." Axel menarik tangan Emily dan membawanya masuk ke sebuah lorong di mana lorong itu sangat sunyi. "Kamu bisa lihat dari calik jendela itu," ucap Axel pada Emily.
9.9122.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Ah, betapa bodohnya dia hingga sampai mengucapkan kalimat talak itu. Tidak sampai satu jam, mereka tiba di rumah orangtua Leo. Karena waktu di perjalanan ke rumah ini, Astrid sudah memberitahu kepada kedua orangtua Leo kalau mereka bakal datang, Malik dan Susan sudah menunggu kedatangan mereka. Senyum terindah mereka berikan kepada menantu ke dua mereka, Astrid, karena telah berhasil mengandung anak Leo.
1076.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Istri Siri Yang Ternodai

Istri Siri Yang Ternodai

Elina tidak mengatakan apapun, wanita itu hanya menurut kemanapun bibi membawanya pergi. “Terima kasih, Bibi selalu ada untuk El,” ucap Elina setelah Bibi mengobati tangan kirinya. “Sama-sama Non,” balas Bibi tersenyum tipis. “Bi, tolong, panggil aku Elina saja,” pinta Elina kemudian. “Bibi gak enak, Non. Bagaimanapun juga, Non El istrinya Den Adam,” balas Bibi. Bertepatan dengan itu terdengar deru mobil meninggalkan rumah.
10747 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai santri kalong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status