Ketika Kamu Lebih Memilih Adikku
Aku telah menikah dengan Haykal selama dua tahun. Andai saja dulu aku tahu, lelaki yang berjanji akan melindungiku seumur hidup justru akan menuntunku pada akhir hidupku sendiri—karena seorang gadis yang kuanggap adikku, maka aku pasti akan membunuh mereka lebih dulu.
Tidak cukup bagi mereka untuk berselingkuh dan memiliki anak. Ketika aku melarang mereka bertemu, mereka justru menuntut yang lebih kejam—ginjalku, seolah hidupku hanya kompensasi atas cinta terlarang yang ingin mereka pertahankan.
Namun ironi terbesar datang setelah aku mati.
Haykal, lelaki yang dulu begitu manis dan penuh janji, tiba-tiba kehilangan kewarasannya. Rasa bersalah, ketakutan, atau mungkin obsesi yang tak pernah kupahami, membuatnya terperosok ke jurang kegilaan. Dalam keadaan itu, ia justru menghabisi selingkuhannya sendiri—gadis yang juga pernah kupanggil adik, yang pernah kubela mati-matian.
Pada akhirnya, pengkhianatan mereka berdua tidak hanya merenggut hidupku, tetapi juga menelan mereka dengan cara yang tak pernah kusangka.