DIA BUKAN BAPAKKU
Susah payah Nisma bangkit dari harga diri yang telah luluh lantak, dia tak mau lagi harga dirinya yang tersisa juga harus dihancurkan.
Nisma menarik napas panjang di depan cermin. Matanya memerah, tapi tak setetes pun air mata jatuh. Dia sudah cukup sering menangis diam-diam, kini saatnya berdiri dengan kepala tegak.
“Kalau aku harus pergi, aku akan pergi karena pilihanku sendiri, bukan karena diusir, dan bukan karena disingkirkan dari sini,” katanya tegas tanpa menoleh ke arah Tegar.
Hot Chapters