Jiwa yang Berbeda
"Berbahagialah, Mas. Terima kasih atas cintamu, aku meridhoi kalian. Jasmine, gadis yang baik."
"Berbahagialah di sana, sayang. Di sini, aku akan mulai menulis cerita baru bersama Jasmine-ku atas ridhomu," bisik Fatih.
Malam itu, saat ia pulang ke rumah, ia melihat Jasmine sedang membaca buku di tempat tidur. Saat wanita itu menoleh dan tersenyum, Fatih tidak lagi mencari sorot mata Yasmina yang tenang. Ia menatap mata Yasmina yang berbinar penuh energi. Ia mendekat, mengecup kening istrinya dengan rasa yang benar-benar baru; rasa cinta yang tulus untuk jiwa yang ada di sana. Kerelaan itu akhirnya membawa ketenangan yang selama ini ia cari. Dermaga terakhirnya telah ia temukan pada sosok Jas
Bab Populer