TERGODA IPAR
tanya nya menatapku lekat.
Mataku langsung membulat, kemudian meny3ntuh pipiku. "Me—merah?"
"Iya, kenapa wajahmu memerah?"
Mataku bergerak liar mencari alasan. "Mungkin karena aku belum memakai krim malam."
"Krim malam?" Mas Hendra terlihat menautkan alis.
"Itu, Mas. Skinware, yang untuk mencerahkan wajah."
"Oh, baiklah. Sini kemarikan laptopnya."