Yang Terpilih
Emma tersenyum lalu berdiri, meremas lengan Giselle sekali kemudian pergi meninggalkan wanita yang sudah kehilangan hidupnya itu sendirian.
Giselle masih mematung, pandangan matanya juga masih jauh ke luar jendela. Tak ada yang mau mengerti dirinya, bahkan psikiater yang didatangkan khusus oleh orangtuanya. Pupil matanya hanya bereaksi ketika nama Raynar disebut. Tak satu pun mengira, tatapan jauhnya itu seolah berharap seseorang ada di sana yang bis membungkam rasa sakit dan mengenyahkan rasa perih di dalam hatinya.