ANAK TUKANG CUCI PIRING
sahut seseorang membuat aku dan Ibu menoleh bersamaan.
“Har, Bapak? Atos uih?” tanya Ibu saat melihat Bapak masuk melalui pintu dapur.
“Mau salat mandi dulu, Bu.” Bapak menjawab sambil membuka topi yang selalu beliau kenakan setiap hari.
“Bagus apa tadi maksudnya, Pak?” Ibu bertanya lagi.
“Iya, bagus Imas menolak Agus. Bapak tidak mau berhubungan dengan keluarga Azzam, Bu.”