Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Pada hari peringatan lima tahun kebersamaan kami, pacarku Luis Loren memberiku sebuah gelang yang harganya tidak sampai dua ratus ribu. Malam itu juga, dia membelikan sebuah kapal pesiar seharga 20 miliar untuk cinta pertamanya, Paula Santoso. Aku menolak gelang itu. Dia malah mengataiku tidak pengertian. "Aku memberikan hadiah pada Paula demi saham perusahaan, bukan karena aku masih memiliki perasaan padanya." "Kamu hanyalah orang miskin, aku sudah berjanji akan menikahimu, memangnya masih nggak cukup? Padahal ini adalah ujian terakhir untukmu, Ziva, kamu gagal." Aku mengakhiri hubungan kami. Dia langsung melamar Paula. Lima tahun kemudian, kami bertemu di sebuah hotel mewah, tepatnya tempat diadakan Konferensi Bisnis. Perusahaannya akan segera menjadi pemimpin industri, dia masuk dengan menggandeng Paula. Ketika dia melihatku, aku sedang berdiri di kolam air mancur dengan pakaian yang berantakan. "Ziva." Dia berkata dengan nada sinis, "Dulu, kamu menolakku. Kamu nggak menyangka setelah berpisah denganku, hidupmu akan lebih buruk dari pengemis, 'kan?" "Jangan kira karena kamu merekayasa pertemuan ini dan menunjukkan betapa menderitanya hidupmu, aku akan mengasihanimu dan membawamu pergi." Aku mengabaikannya. Berlian biru kesayangan putraku yang ayahnya berikan sebagai hadiah ulang tahun pertama tidak sengaja jatuh ke dalam air mancur. Putraku menangis tersedu-sedu, aku harus segera menemukan berlian biru itu.
Short Story · Romansa
5.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Di era tahun 80-an dan tepat seminggu sebelum pernikahan, tunanganku diam-diam lolos seleksi agen rahasia tanpa memberitahuku. Dia buru-buru masuk ke tim dan hanya meninggalkan satu kalimat yang menyuruhku untuk menunggunya. Aku menuruti ucapannya dan menunggunya dengan sepenuh hati. Namun selama tiga tahun ini, semua jatah kunjungan keluarga bulanan tunanganku itu selalu diberikan pada orang lain. Bahkan saat ibuku sakit keras dan kami kekurangan uang sekalipun. Padahal, aku sudah menangis hingga hatiku terasa dicabik-cabik, hanya untuk bertemu atau meneleponnya sekali saja. Setelah menyampaikan pesanku, satpam hanya bisa memberitahuku dengan tak berdaya, "Hari kunjungan Pak Gunawan sudah dipakai, tunggu bulan depan saja." Aku pun memasang wajah murung dan bersiap untuk pergi. Namun pada detik berikutnya, sahabat masa kecil tunanganku itu malah masuk dengan semudah itu. "Pak Gunawan sudah berpesan khusus, kamu boleh langsung cari dia di kantornya. Dia baik sekali sama kamu. Meskipun kamu sudah patah hati selama setahun, dia masih khawatir suasana hatimu buruk sampai sengaja kosongkan jatah hari kunjungannya untukmu," kata satpam itu pada sahabat masa kecil tunanganku itu. Melihat aku masih ingin menerobos masuk lagi, satpam buru-buru menghalangiku. "Sudahlah, jangan berharap lagi. Pak Gunawan mana punya uang, semua uangnya sudah kasih ke sahabat masa kecilnya itu." Malam itu, ibuku bahkan tidak sempat meminum obat pereda nyeri. Semua ini salahku ... aku memang tidak berguna. Aku benar-benar tidak ingin menunggu tunanganku itu lagi. Saat dia akhirnya selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, aku juga sudah menjadi istri orang lain.
Short Story · Romansa
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Pada hari pertama pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku yang merupakan seorang presdir, "Aku nggak keberatan kalau kamu jatuh cinta sama orang lain kelak. Tapi kalau orang itu berani buat keributan di depanku, kamu nggak akan pernah melihatku lagi." Jadi, ketika suamiku itu jatuh cinta pada seorang guru perempuan di sekolah, dia hanya bisa menyembunyikannya. Dia memberikan apa pun yang diinginkan wanita itu, tetapi melarangnya muncul di depanku. Hanya saja, wanita simpanan itu malah sangat tidak patuh mentang-mentang dimanjakan suamiku. Dia yang hamil malah membual di hadapanku. "Yudha sendiri yang bilang dia nggak pernah mencintaimu. Dia menikahimu cuma demi dapatkan keuntungan dari Keluarga Lorandi. Lebih baik kamu gugurkan kandunganmu dan bercerai dengannya secepat mungkin. Kalau tunggu sampai Yudha mencampakkanmu, kamu nggak akan dapatkan sepeser pun!" Aku tersenyum dan menghubungi nomor ayahku. "Tarik investasi untuk Grup Cengkara! Aku mau cerai."
Short Story · Romansa
14.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Aku selalu hidup dalam bayang-bayang kakakku, Nadina. Dia adalah wanita yang sejak kecil selalu diperlakukan bak permata oleh para pewaris keluarga mafia. Dia tidak tahu bahwa aku telah terlahir kembali. Sama seperti kehidupan sebelumnya, dia tersenyum lembut dan manis, membiarkan aku memilih calon pasangan pernikahan lebih dulu. Seolah-olah dia begitu pengertian dan berbesar hati. Namun, kali ini aku menolak. Di kehidupan lalu, dengan polosnya aku percaya bahwa dia bermaksud baik. Aku menikah dengan lelaki yang direkomendasikannya, Darel. Darel adalah seorang pewaris yang konon lumpuh setelah diserang dalam sebuah penyergapan. Aku melepaskan hak untuk mewarisi keluarga, menjadi perawatnya, menjadi tongkatnya, dan menjadi obat yang mengusir kesepiannya. Namun, sebanyak apa pun kehangatan yang kuberikan, aku tetap tidak mampu mencairkan hatinya. Hingga hari perayaan kehamilan kakakku, kebenaran itu tersingkap dengan nyata di hadapanku. Saat seorang pembunuh dari keluarga musuh mengarahkan senjata ke perut kakakku, lelaki yang bertahun-tahun tidak pernah berdiri itu tiba-tiba bangkit. Dia mendorongku ke arah moncong senjata itu. Tujuh peluru menembus rahimku. Di detik terakhir ketika aku jatuh, aku melihat dia memeluk Nadina dengan erat dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi Nadina dari peluru terakhir. Saat itulah, aku akhirnya mengerti. Dia tidak pernah lumpuh. Dia juga tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya. Karena Nadina memilih pria lain, dia berpura-pura sakit agar tidak perlu menikah denganku. "Maaf, Ravina, aku menipumu. Tapi aku nggak bisa membiarkan Nadina kehilangan pewaris di kandungannya." "Utangku padamu ... akan kubayar di kehidupan berikutnya." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menuntut kami memilih calon pasangan pernikahan. Kali ini, aku tidak memilih siapa pun. Namun, malah merekalah yang memohon mendapatkan cintaku.
Short Story · Mafia
17.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Kecelakaan, Aku Menikahi Pria Terkaya

Setelah Kecelakaan, Aku Menikahi Pria Terkaya

Dalam perjalanan menjenguk kekasihku yang sedang lembur, aku mengalami kecelakaan hebat. Aku meneleponnya puluhan kali untuk meminta pertolongan, tapi tak satu pun yang dia angkat. Menatap gedung kantor kekasihku yang lampunya masih terang benderang tak jauh dari sana, aku pun tenggelam dalam keputusasaan. Saat aku terbangun di rumah sakit, aku melihat sebuah unggahan dari bawahan kekasihku. [Aku harus bagaimana kalau masih dimarahi atasan tengah malam begini?] Foto yang diunggah, memperlihatkan bayangan dua orang yang terpantul di pintu kaca. Jarak di antara mereka sudah jauh melampaui batas profesional. Dengan sisa-sisa harapan, aku kembali menghubungi kekasihku. Kali ini, panggilanku akhirnya tersambung. Aku tidak bisa menahan isak tangis dan berkata, "Welly, aku kecelakaan ...." "Ziana, aku masih sibuk. Biar asistenku saja yang mengurusnya, ya? Patuh dikit ya, aku akan pulang menemanimu setelah perjalanan dinas ini selesai." Baru saja aku ingin bicara lagi, suaranya yang membentak memotong ucapanku, "Kendal! Perjalanan dinas hanya boleh membawa satu koper, kamu bawa tiga koper itu mau pindahan atau liburan?" Kendal, anak magang yang baru direkrut oleh Welly. Aku menatap layar ponsel yang telah diputus sepihak itu, air mata mengering di wajahku. Aku pun mengalihkan panggilan ke nomor orang tuaku dan berkata, "Perjodohan yang sudah keluarga atur itu ... aku setuju."
Short Story · Romansa
2.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Hari ketika penglihatanku pulih, Jessica Andini sang dokter pribadi itu, melakukan gerak bibir di hadapanku kepada suamiku yang seorang bos besar mafia, "Pelumasnya aku kasih dua kali lipat malam ini, aku jamin bikin kamu merasa kayak di surga, Tuan Bos-ku sayang." Aldo mengecup mataku, tapi dia malah membalas dengan bahasa bibir yang sama, "Dasar nakal, mulut kamu sama yang di bawah sana, dua-duanya bikin aku gila karena cinta." Keduanya saling melempar senyum dan mengira aksi mereka benar-benar tidak bercelah. Mereka berdua tidak tahu kalau mataku tidak hanya sudah sembuh total, tetapi aku juga sangat ahli dalam membaca bahasa bibir. Aku menatap botol pelumas yang terpajang dengan santainya di dalam lemari dinding itu. Aku tidak membuat keributan, melainkan diam-diam mengirimkan sebuah pesan singkat, [Ayah, aku mutusin buat pulang ke rumah.] Tiga hari lagi, aku akan menghilang sepenuhnya. Yang tersisa bagi mereka hanya aset 200 triliun yang sudah dikuras habis serta sebotol "pelumas" yang sudah aku ganti dengan lem industri berkekuatan super.
Short Story · Mafia
327 viewsCompleted
Read
Add to library
Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Karena sejak kecil aku suka minum susu, tubuhku berkembang lebih matang dibandingkan gadis seusiaku. Saat usiaku menginjak delapan belas tahun, kakakku yang sangat protektif takut aku dimanfaatkan orang, jadi ia minta teman baiknya untuk jagain aku. Namun pada pertemuan pertama kami, tatapan pria itu terpaku pada lekuk tubuhku, dan sejak saat itu aku berulang kali jadi sasaran pelampiasan nafsunya. Sejak hari itu, di siang hari ia adalah atasanku, dan di malam hari aku jadi "asisten pribadinya". Empat tahun penuh kami jalin hubungan rahasia, hingga aku berubah jadi sosok yang paling ia sukai. Empat tahun kemudian, mantan tunangannya pulang ke sini, dan ia tinggalkan aku di ranjang demi jemput mantan tunangannya di bandara. Dengan tahan rasa malu dan sakit hati, aku tetap kejar dia ke bandara. Padahal satu jam sebelumnya, tangan pria yang penuh bekas gigitan itu masih nutupin bibirku. Namun kini, di depan mataku, ia belai rambut perempuan lain dengan penuh kelembutan. “Jenny, empat tahun lalu kamu sendiri yang cari kesempatan waktu aku mabuk dan tidur denganku. Ngapain sekarang ribut kayak gini? Nggak tahu malu.” Tatapannya pada wanita itu begitu lembut, sementara ejekan dalam sorot matanya saat memandangku terasa begitu nyata. Aku pun merasa semuanya nggak berarti lagi. Aku tundukkan kepala dan kirim pesan ke kakakku agar ia menyetujui perjodohan dengan Keluarga Mosana. Kemudian aku menatapnya sambil tersenyum. “Oke, kalau gitu, selamat tinggal.”
Short Story · Romansa
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Musim Dingin Tanpa Claire

Musim Dingin Tanpa Claire

Ayah memilih sepasang anak kembar di pasar gelap untuk dijadikan budak bagi aku dan kakakku. Kakakku lebih dulu memilih sang kakak, bertubuh tinggi dan gagah, meninggalkanku dengan si adik yang sudah sekarat, si "bisu". Aku merasa kasihan padanya, maka aku membiarkannya tinggal di sisiku. Ia tidak bisa bicara, maka aku membawanya berobat ke mana-mana. Ia memiliki fobia kebersihan yang parah, maka aku menjaga jarak dengannya. Aku mengira semua itu akibat trauma yang pernah ia alami. Hingga suatu hari, musuh ayah menculik aku dan kakakku. Ia justru meninggalkanku, tanpa ragu memilih mati untuk melindungi kakakku dari tembakan. Menjelang ajal, untuk pertama kalinya ia membuka mulut, dengan mata memerah ia berkata pada kakakku, "Akhirnya, kamu bisa melihatku." Sedangkan kepadaku, ia berkata, "Di kehidupan selanjutnya, tolong jangan pilih aku." Barulah aku sadar, ternyata ia bukan bisu, dan juga tidak memiliki fobia kebersihan. Apa yang disebut "bisu" dan "fobia kebersihan" hanya ditujukan kepadaku.. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari pemilihan budak. Kali ini, aku mengabulkan permintaannya.
Short Story · Reinkarnasi
6.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Jatuh Tanpa Gema

Cinta yang Jatuh Tanpa Gema

Saat pemeriksaan kehamilan di rumah sakit, aku bertemu dengan mantan ipar yang sudah lama tidak ketemu. Dia melirik perutku, lalu memarahiku sambil cemberut seperti yang biasa dia lakukan. “Umur sudah segini, masih saja belajar kabur sambil bawa janin? Bagaimana kalau kamu menyakiti cucu kesayangan Keluarga Raiz? Bisakah kamu lebih bijaksana? Jangan buat kakakku terus mengkhawatirkanmu.” Tetapi mungkin dia lupa. Setahun yang lalu, ibuku sakit parah. Satu-satunya keinginannya adalah melihatku menikah dan punya anak. Aku mempertaruhkan segalanya dan melamar Aryan. Di hari pernikahan, aku menunggu sepanjang hari, tapi hanya menerima pesan suara tiga puluh detik. “Aku tidak akan pergi ke pernikahan dan aku tidak akan menikahimu. Ini hukuman untukmu karena telah menindas Farah.” Ibuku yang marah karena sikap Aryan yang sembarangan, terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Setelah mengurus pemakaman ibuku dan membuang semua yang tidak perlu, aku meninggalkan Kota Daro dengan membawa barang-barangku yang sedikit. Aryan masih di luar negeri bersama Farah, bermain ski bersantai. Tetapi sekarang mantan ipar berkata padaku, “Kakakku habiskan sebagian besar waktunya pergi ke luar kota setiap bulan untuk mencarimu. Berat badannya hanya 75 kg dan turun 10 kg dalam waktu kurang dari setahun. Dia selalu menunggumu. Kak Rumi, sekarang karena kamu sudah kembali, jalanilah hidup dengan baik bersama kakakku.” Aku tersenyum lembut, mengangkat tanganku yang bercincin. “Maaf, karena aku orang yang sederhana, aku tidak mengadakan pernikahan besar, jadi aku tidak memberitahu kalian.”
Short Story · Romansa
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Telah Menjadi Abu

Cinta yang Telah Menjadi Abu

Pada hari terjadi kebakaran di vila, suamiku mengunci pintu kamar demi menyelamatkan anjing poodle cinta pertamanya. Dari balik pintu, aku memegangi perutku yang hamil sambil memohon padanya untuk membuka pintu. Asap yang tebal membuatku kesulitan bernapas. Jerry mencibir dari balik pintu, "Anjing Andini juga punya nyawa! Kamu kan kuat. Meski hirup asap juga nggak akan mati! Jangan coba-coba pakai anak sebagai cara licik untuk rebut perhatian!" Kemudian, dia berbalik dan pergi bersama anjing itu. Dia juga sangat perhatian dan menutupi hidung anjing itu dengan handuk basah. Selama tiga tahun pernikahan, aku selalu merahasiakan identitasku dari Jerry. Aku berbohong bahwa bisnisku adalah mengurus jenazah, dan keluargaku sangat miskin. Sebab, aku takut membuatnya ketakutan setengah mati. Ayahku adalah kremator terkenal, ibuku adalah penata rias jenazah narapidana hukuman mati, sedangkan kakak laki-lakiku bahkan lebih ekstrem lagi. Hobi terbesarnya adalah mengumpulkan tulang manusia. Mereka memiliki koneksi di dunia legal dan ilegal. Saat api menjilat ujung rokku, aku mengirim pesan suara kepada keluargaku. "Ayah, Jerry bilang, dia mau rasakan apa arti sebenarnya dari 'nggak bisa mati'." Setelah pesan itu terkirim, nasib Jerry dan cinta pertamanya telah ditakdirkan untuk lebih hancur dari abu di krematorium.
Short Story · Romansa
3.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
2829303132
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status