Kematian Palsu Adikku
Dengan tubuh bergetar, aku ingin sekali memeluknya, tetapi jari-jariku malah menembus dadanya.
Saat air mataku hendak menetes, aku mendengar ayah bergumam pelan,
“Valarie.”
Seketika tubuhku membeku, aku langsung mengerti. Ternyata, rasa sakit di tatapannya itu bukan karenaku.
Cuaca panas selama beberapa hari, ditambah dengan hujan, membuat tubuhku sekarang membusuk dan berbau tidak sedap.
Namun, tanpa ragu ayahku mendekat, menunduk di atas jasadku yang membusuk, menangis tersedu-sedu.
Bab Populer