Reinkarnasi Dewa Terkuat
raungnya dengan suara serak, penuh derita sekaligus kebanggaan.
Saat ia memaksakan diri untuk terus menggerakkan kekuatan Tubuh Suci Tak Terkalahkan, jeritan itu bukan lagi sekadar ungkapan sakit, melainkan pernyataan tekad. Rasa sakit di wajahnya perlahan berubah menjadi sejenis kenikmatan, sebuah sensasi penaklukan terhadap tubuhnya sendiri, penderitaan itu adalah ujian, dan ia akan menguasainya.