Di Atas Ranjang Dokter Sonya
jawab Sonya polos sembari mengedipkan kedua kelopak matanya takut-takut karena merasa bersalah sudah memorak morandakan dapur Awan.
Awan menggaruk kepala bagian belakangnya yang tiba-tiba gatal, "Kamu pakai panci apa sampai bisa meledak? Kamu masak bubur atau bom nuklir, Sonya!"
"Bubur ... kan, kamu yang makan tadi sampai abis," ucap Sonya sembari melipat kedua tangannya di dada, "aku nggak masak yang aneh-aneh, kok. Aku cuman masak bubur pakai panci itu." Sonya menunjuk sebuah panci yang bagian pantatnya sudah menghitam.