Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NGAMAR ATAU BAYAR

NGAMAR ATAU BAYAR

ujar Susi tertawa. Agung juga ikut tertawa. "Hahaha! Iya juga sih. Jangan kan memakan martabak buatan kamu, Sus, terus menerus menatapmu saja bisa membuatku terkena diabetes, habisnya kamu maniiiis banget!" ujar Agung tertawa. Susi pun tertawa lepas. Dia bahkan secara tak sengaja melayang kan pukulan pada lengan Agung. Plaakkk!
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Mengapa Kau Membenciku?

Mengapa Kau Membenciku?

panik Devano “Gimana apanya? gulai kambingnya kalau sudah matang ya langsung aku bawa ke rumah kamu! terus aku meletakkan gulai sebanyak satu panci itu ke meja makan kamu hemmm…bisa dipastikan baunya yang menggugah selera itu menyeruak ke seluruh penjuru rumah sehingga menimbulkan selera makan kamu menjadi meningkat drastis!” ungkap Sinta berlagak antusias.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

Itu waktu paling maksimal untuk menunggu) (Apa, tujuh bulan? Mbah, tapi kan kata mbah waktu itu bakalan menunggu sampai bayinya lahir?) Kali ini Ridwan yang berbicara. (Siapa suruh kalian melanggar pantangan? Mbah kan sudah tegaskan, jangan pernah melanggar pantangan yang sudah menjadi perjanjian, karena akibatnya bisa fatal) Lelaki berjenggot putih itu memukul pahanya.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

“Fiuu… fiiiuu… wuuuu… wuooo… riiiii… riiing… wuuu fiiing… fiiiuu… wuooo…” “Fiiiuu… fiiing… riiii… wuuoong… wuuuu… tiiiii....ii… wuooo…” “Riiing… riii—iiing… wuuuu—uuh… fiiiuu… wuooo…” Suaranya sangat lembut, tetapi mengandung gelombang kejut sonik yang langsung menghantam barisan musuh. para Kultivator Ranah Langit adalah yang paling rentan sehingga menjadi yang pertama bereaksi. Mereka mencengkeram kepala dengan erat, dengan ekspresi kesakitan yang membingungkan terpampang di wajah mereka.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Ia pernah mendengar tentang hal itu sebelumnya, tetapi selalu menganggapnya terlalu berisiko. “Susuk?” Tedy tampak ragu, “Gue nggak yakin deh. Kayaknya bahaya, kan ada pantangannya.” Pria itu mengangguk santai. “Ya, ada sih pantangan, tapi kalau lo nurut, nggak bakal ada masalah. Lagian, hasilnya bener-bener worth it. Gue sekarang hidup enak, nggak perlu kerja capek, duit ngalir terus.”
9.437.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Pengantin yang Tak Diinginkan

Pengantin yang Tak Diinginkan

Jimmy bertanya sembari memakan calamari yang baru saja datang. "Menyadari apa, Pah?" tanya Alex masih belum paham. Jimmy tampak berusaha sabar. Masih menikmati cocolan saus tar-tar yang menjadi sambal pelengkap menu makanan yang dipesan, lelaki paruh baya itu menjeda kalimatnya sebelum ia menyelesaikan kunyahan di dalam mulutnya. "Bukankah kamu bangun kesiangan karena pesta semalam, tapi kenapa kamu bisa tahu pakaian apa yang Shania kenakan?"
911.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

Katanya sambil meletakkan tangan di pundakku dan ikut memperhatikan perempuan tersebut. Aku yang sudah tidak memiliki pertahanan untuk mengelak, mulai salah tingkah. “Namanya Kintan, kelasnya yang paling pojok. Banyak yang suka sama dia. Dulu gue juga suka sama dia, tapi sekarang udah enggak.” Ucapnya terus terang. “Kenapa udah enggak?” tanyaku penasaran. “Tuh kan bener si Kintan ternyata.” ledeknya lagi karena sudah berhasil memojokkanku, “Hmm.. karena, udah banyak yang suka sama dia mungkin.”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

Sukma sampai menelan ludah mendengar cerita Rony. "Biasa saja, suamiku yang keren sebagai manager bank. Semoga saja bu Sukma bisa menjadi patner suami saya dengan baik di kantor." Nada bicara Alya tampak tenang, tapi menusuk. Sukma masih percaya diri. Dia terlihat tersenyum tak jelas. "Tenang bu Alya, aku pasti menjadi patner yang terbaik untuk suami ibu." "Sip, asal jangan pecicilan, ya, bu Sukma aku orangnya nekat, soalnya." Hampir Sukma memuntahkan makanan yang masuk ke mulutnya.
9.628.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pantangan susuk
Baca
+Pustaka
Pamer Suami

Pamer Suami

Sepertinya hari ini akan dilalui dengan rebahan cantik, sambil mual-mual pagi yang biasa dialaminya belakangan ini. Asisten rumah tangga Ralin sudah menyiapkan sarapan sehat, tak lupa juga susu khusus ibu hamil. Sayangnya Ralin tak nyaman jika perutnya diisi makanan, pasti akan berujung terbuang lagi di toilet dengan drama mual muntahnya. Pada akhirnya cuma susu khusus ibu hamil saja yang bisa masuk ke perutnya. Setelah selesai meminum susu, akhirnya Ralin duduk sejenak di sofa sambil membuka grup chat. Ternyata teman-temannya hendak kumpul bersama di kedai kopi milik Kania nanti siang.
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai pantangan susuk
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
bagus ceritanya,,sampai bikin emosi bacany..hehehe..dan aku selalu skip part Juan dan Kania,, lanjut Thor jngan lama2 up ny ya,,sekaliny up part Kania Juan,,rasanya kaya g up deh,,karena selalu di skip ( ◜‿◝ )♡ hehehe..maafkan aku ya Thor..peace
Indah Hayati
lanjut lagi dong makin penasaran ini apakah juan bakal ceritakan semua nya ama anya tentang hubungan nya dengan kania, dan pasti anya kaget tu setelah tau masalah juan kira2 ralin bakal tau soal hubungan juan ama kania nanti thor
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status