Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Om Duda, Nikah Yuk!

Om Duda, Nikah Yuk!

Wanita tersebut memasang wajah kesal, akhirnya Panji menghentikan tawanya. "Akh ... maaf Yang, habisnya kamu ngelawak aja. Mana bisa aku nangkep ayam, dari kecil sampe sekarang mana pernah aku nangkep ayam, punya ayam aja enggak. Jadi mana bisa," beber Panji.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Kau Peras Peluhku Demi Madu

Kau Peras Peluhku Demi Madu

tanyaku. "Yang kanan angka lima dan yang kiri angka delapan, Bu. Kanan waktunya angkat pentilnya panci!" teriak Topan sambil membawa satu timba berisi ampela hati ayam yang akan dia rebus bersama ayamnya. Aku pun segera melepas pentilnya panci presto, desis uap air keluar bagai air mancur. Saat pertama melihatnya dulu aku terheran. Sungguh sesuatu yang baru membuatku terpana.
1030.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 876 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
PELET CINTA LOLITA!

PELET CINTA LOLITA!

Tidak ada gadis yang baik-baik saja ketika ciuman pertamanya dicuri, begitu juga dengan dirinya. “Woi, Bambang! Otak lo tempurungnya pindah ke dengkul?!” “Hah— Akhirnya kamu ngomong juga. Aku takut kamu tiba-tiba kena serangan jantung..” Really?! Lolita hampir tak bisa berkata-kata. Adnan Nabawi sungguh bajingan yang terkutuk. Dia sejenis buaya darat yang berkamuflase, mengubah dirinya menjadi burung phoenix yang cantik.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Ph Nay Itu nama yang gadis itu gunakan untuk sosmednya Voila. I*******m, twitter, f******k, dan… Papyrus. Dia penulis Papyrus juga, ucap Manggala dalam hati. Segera dia mengeklik nama itu di logo P milik Papyrus. Setelah stalk singkat. Manggala mengkopi URL akun Papyrus itu dan menyalinnya di notes Whattaps miliknya. Dia akan membaca tulisan gadis itu ketika senggang saja.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Ayam Kampus Suamiku

Ayam Kampus Suamiku

tanyanya khawatir. "Maksud Mas Aryo apa?" Aku memukul-mukul dadaku yang terasa sakit. "Oh, itu. Mas lupa bilang. Restoran ayam ini adalah usaha Mas. Salah satu dari empat cabang yang ada di kota ini." Eh? Sejenak mataku mengelilingi setiap sudut ruangan. Semua ornamen berhubungan dengan ayam. Menunya pun rata-rata olahan daging ayam. Dan nama restoran ini, disesuaikan dengan nama daerahnya.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Pancatyana Melihat mereka dengan Menyeringai. Teman -teman Sang Pria Itu juga Langsung membuat Lingkaran mengurung Pancatyana. Perasaan Mereka Mungkin Puas Melihat Sosok Pria Lemah. Yang Bisa Mereka Hajar Sepuasnya.Sosok Pria Lainnya mencoba Mengangkat Tubuh Pancatyana Tinggi seperti mengangkat Barbell berat dengan kedua tangannya. Lalu dihempaskan Kearah tembok. Pancatyana tertawa lalu Meringis sambil memuntahkan Darah. Salah Satunya mendekati Pancatyana kembali Dia menjambak Rambut panjangnya. Lalu menyeretnya seperti Hewan Pancatyana meringis kesakitan. Tapi Dia berpura -pura lemah dengan berusaha melepas Tangan kekar yang menjambak rambutnya. Tiba -Tiba …!
7.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

5 ekor ayam betina dengan ukuran sedang sudah masuk ke dalam ember dengan kondisi tak bernyawa. Sesampainya di dapur, Sinta meletakkan semua ayam-ayam itu di lantai. Perutnya sudah keroncongan dan terus menari-nari seolah meminta dirinya agar segera memasukan makanan. Mata Sinta berubah hitam, dirinya segera berjongkok di hadapan ayam itu. Tangannya pun segera mengoyak bulu-bulu yang masih menempel pada kulit ayam. Dengan giginya, Sinta menggigit daging ayam hingga darah segar muncrat tak tentu arah.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status