Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Bayi yang Dikandung Istri Manajer Dingin

Rahasia Bayi yang Dikandung Istri Manajer Dingin

Donita akhirnya sadar bahwa tadi dia keceplosan. "Cepat makan, nanti keburu dingin!" sela Hendrik. Menu masakan Padang tersedia penuh di meja. Mereka pun mulai makan. Donita mendadak jadi pendiam, merasa salah tingkah karena takut Tomo akan menghindar saat tahu dia bekerja serabutan sebagai mata-mata. "Ini, ayam pop cocol sambal hijau. Enak banget." Tomo tiba-tiba mengambilkan sepotong paha ayam ke piring Donita.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang (Menikahi Adik Ipar)

Turun Ranjang (Menikahi Adik Ipar)

“Semuanya apa kabar? Pada kangen enggak sama aku?” “Kangen dong, Mbak. Mbak Nayla pasti juga kangen ‘kan, sama ayam bakar bikinanku?” tanya Mbak Siti, sang spesialis ayam bakar. “Pasti lah, Mbak. Aku juga kangen soto, pecel, dan gado-gado buatan Mbak Retno. Sama gudeg areh buatan Ibu tentunya,” ungkap Nayla dengan antusias.
923.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Dua Sisi Menantu

Dua Sisi Menantu

jelas Ibu. Aku menggaruk kepala yang tak gatal. Bagaimana caranya, aku tak mengerti. "Bu, kenapa nggak pakai ayam potong saja?" "Ayam potong ada, tapi Sarah nggak suka ayam potong, makanya Ibu gorengkan ayam kampung." Klek, aku menelan ludah yang tiba-tiba terasa sebesar bongkahan batu. "Ini nanti capcainya jangan pakai udang ya Nis, di ganti bakso saja. Sarah alergi udang katanya."
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Piring, di penuhi dengan belatung yang menumpuk. Ayam kecap yang tadi aku lihat, kini berubah menjadi ayam yang seperti di putus paksa tanpa menggunakan pisau. Bulu-bulu yang masih banyak menepel pada kulitnya. Mungkin ayam itu tidak di cucii teelebih dulu, terlihat darah masih menepel pada setiap daging ayam yang di gigit oleh Zaki.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Sang Primadona Rumah Bordil

Sang Primadona Rumah Bordil

Natasya memberikan senyuman lebar sebagai tanda permintaan maaf darinya. Gaza mencubit hidung Natasya sebelum mengambil ponsel dan menghubungi salah satu restoran milik temannya yang ia tahu ada menu yang istrinya inginkan walau ragu dengan sapo tahu pakai ayam kampung memangnya ada. Gaza meringis saat berbicara dengan pemilik restoran sekaligus koki utama, mengatakan ia akan cek persediaan bahan beku apakah punya ayam kampung mentah.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Kang Parto mengambil pisau besar kemudian memotong ayam itu. "Ini, Bu!" Pesanan Bu Tut. Ayam sama sayur senilai dua puluh lima ribu." Bu Tut heran ketika memegang plastik yang di sodorkan Kang Parto. Terasa kecil sekali ayam itu, padahal satu ekor. Tetapi, ia tak ingin memeriksanya. "Kang, kok, ringan banget? Ini bener satu ekor 'kan, ayamnya?" "Namanya juga ayam kecil, Bu! Kalau Bu Tut mau yang besar ini, tapi uangnya nggak bisa ngutang."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Naila

Takdir Cinta Naila

Matanya menangkap sepotong paha ayam berukuran sedang. "Itu memang spesial untuk Nayra dari ibu Diana," kata Khairul. Laki-laki itu mengambil potongan ayam goreng dan menaruhnya di piring Nayra. "Terima kasih, Papa." Nayra mulai menggigit potongan ayam goreng. Naila menaruh nasi di piring Nayla. "Makan yang banyak, Nak. Jangan cuma ayam goreng saja, harus makan nasi juga." Perempuan muda itu tersenyum melihat tingkah anak perempuannya apabila sedang bertemu dengan ayam goreng favoritnya.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai niat potong ayam
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Ursa Mayor
Karakter Si Naila sudah bisa ketebak dan terasa sekali kalau dia itu janda alim. Lalu, aku membayangkan Si Ammad yang pasti gantengnya war biasah dan di pikiranku perfect man banget. Dan terakhir, akan kunantikan gimana takdirnya ini.
Ucu nurhayati
kata2 nya rapih dan tidak berbelit2 jadi bacanya enak ngalir, penggambaran settingnya juga lumayan detail, kisahnya juga true life bgt, jadi janda memang sering kali jadi tempat fitnah, ayo tunjukan naila kalo kamu bukan janda sembarangan ...
Baca Semua Ulasan
BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

goda gadis itu sambil menyeka air matanya karena terlalu kencang tertawa. “Gila!” Fadlan langsung bergidik saat mengingat kembali rasa kotoran ayam di lidahnya. “Hahahahaha.” “Put, coba rekomendasiin menu yang bisa netralisir tai ayam ini. Masih berasa banget sepetnya.” “Hahahahaha, okay, okay. Lagian ada-ada aja. Hahaha,” ujar Putri sambil terus menertawai Fadlan bersama Edo. “Nanti aku bawain Mentai chicken, ya.”
8.818.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat

Terjerat Hasrat

Sementara itu Nita ke dapur untuk memasak makan malam. Nita mengeluarkan bahan makanan yang tadi dia beli di swalayan. Diletakkannya bahan-bahan yang diperlukan di meja dapur. Meskipun postur tubuhnya tak kemayu seperti wanita yang feminin, tetapi Nita cukup pandai memasak. Dengan tangkas dipotong-potongnya beberapa jenis sayuran. Dia berencana masak sup ayam dan ayam goreng. Sambil merebus sayuran, dia memotong-motong ayam. Sore ini hanya sup ayam yang akan dimasaknya duluan sementara ayam nanti akan digoreng dadakan menjelang makan malam.
9.2226.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Datang lagi empat gelas kopi sesuai pesanan dan ayam goreng tepung yang aromanya sangat menggoda di hidung Nuwa. “Jangan bilang kau baru tahu ayam digoreng pakai tepung itu enak?” tanya Padma. “Begitulah.” Habis satu paham ayam sekejap mata oleh Nuwa. Dia makan lagi sampai puas. “Padahal kau ini terkenal di mana-mana. Makanya jangan sibuk kumpul dengan anak lelaki saja. Sekali-sekali kalau libur kita pergi jalan.”
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status