Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Tanya Gunayanto. " Pak Amat, kalau ayamnya tidak di angkat sekarang, ayamnya sudah tidak bisa dipakai lagi, itu kenanya dadanya terus tuh." kata Herman. Dengan terpaksa bercampur malu, karena tadi memandang sepele ayam Gunayanto, Pak Amat mengangkat ayamnya dan dengan terpaksa dijual murah, 300 ribu saja. Gunayanto suka melihat adu ayam, karena jika ayam temannya kalah, dia akan pikir, harus cari ayam yang seperti apalagi untuk mengalahkan ayam lawam, seperti lagi melatih ilmu bela diri.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 734 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Istriku, Jangan Lari Dariku

Istriku, Jangan Lari Dariku

“Esme Andreas!” Dengan mengedipkan mata polosnya, Esme bertanya, “Apa? Apakah p4ntat ayam tidak baik? Ada banyak daging di p4ntat yang tidak memiliki tulang. Lembut dan kenyal. Kau bisa menikmati itu dengan puas.” Jari-jari Jason sekali lagi mencubit dagu Esme. Matanya melotot tajam seolah bola mata itu akan meloncat keluar. “Sepertinya kamu rindu dipukul.”
1030.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

” Lanjutnya girang. “Siapa yang ingin kau cat?!!” Hardik kepala ayam itu. “Keren! Dia bisa bicara juga rupanya!” Seru Alfi kagum. “Tentu saja aku bisa bicara dasar manusia rendahan!” Hardik kepala ayam itu. “Hei, bolehkah aku memanggilmu Pinto?” Tanya Alfi riang. “Dia ini ayam bukan kuda! Ayo cepat naik, dasar aneh!” Seru Kartika kesal.
916.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Aku Baik-baik Saja, Katanya.

Aku Baik-baik Saja, Katanya.

Neira membuka buku hariannya, lalu menuliskan beberapa kata "Neira gak pernah suka sayap ayam, Ibu tidak tahu ya? Neira sukanya paha ayam. Ibu selalu memberikan itu ke Abang." Saat menuruni tangga, samar-samar Neira mendengar percakapan Abangnya dengan sang Ibu. "Lah ini tadi yang Kean makan pahanya tinggal 1 Bu? Adik gimana? Dia kan paling suka paha." "Kamu ini ngaco, Neira kan sukanya sayap ayam." Lalu Neira melihat Ayahnya keluar dari kamar yang tepat di depan tangga, "tidak usah di ambil pusing, makan saja yang ada!"
478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Siap, Mas Bos!

Siap, Mas Bos!

“Saya gak ... “ “Tuh buktinya paha KFC di celana Bapak nongol.” Hah? “Nah, kalau bukan mau mesum? Apa namanya coba, sampai tuh paha ayam mencuat gitu.” Aika menambahkan sambil menunjuk bawah pusar Kairo dengan dagunya. Kairo refleks mengikuti arah pandang Aika, dan ... Ya Tuhan! Aika tuh bener-bener ya!
9.9276.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai pantat ayam
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Rahasia Sang Dokter

Rahasia Sang Dokter

Kelvin kembali menghampiri sofa, meletakkan dua botol air mineral di atas meja lalu kembali menjatuhkan diri. "Mau yang dada atau paha?" sebuah pertanyaan yang lantas membuat Aleta tertegun sejenak. Ia memang membeli dua jenis bagian ayam yang berbeda. Satu paket dada ayam tepung satunya lagi paha ayam. Tapi kenapa setelah ia mengatakan hal tersebut, mendadak Aleta merasa malu? Kenapa pikirannya melayang kemana-mana? Aleta merasakan wajahnya memanas, ia melirik Kelvin yang nampak memandangi dua kotak berisi nasi dan ayam di atas meja.
10141.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Menikahi Sahabat Tunanganku

Menikahi Sahabat Tunanganku

oceh Dion. “Lo aja, sana!” sinis Fandy. Dia buka kantong plastik bawaannya di meja. “Gara-gara lo bikin gue bete, jadi bagian lo gue kasih satu doang, oke?” Fandy memberikan satu paha ayam goreng ke tangan Dion. Dion mematung memandang paha ayam gorengnya dengan tatapan tak percaya. “Satu doang mana kenyang?”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

ia mengerang, suaranya bergetar karena kebutuhan, "Lakukan, sayang~ Hancurkan pantat ini dengan monster itu!" Ia tidak menahan diri. Tangan besarnya mencengkeram pantatnya, jari-jarinya tenggelam ke dalam dagingnya yang lembut saat ia menyelaraskan penis-nya yang kolosal dengan lubang anusnya. Ujungnya saja lebih besar dari kepalan tangan, mengolesinya dengan precum saat ia menekannya ke tubuhnya, menggoda pintu belakangnya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Kang Parto mengambil pisau besar kemudian memotong ayam itu. "Ini, Bu!" Pesanan Bu Tut. Ayam sama sayur senilai dua puluh lima ribu." Bu Tut heran ketika memegang plastik yang di sodorkan Kang Parto. Terasa kecil sekali ayam itu, padahal satu ekor. Tetapi, ia tak ingin memeriksanya. "Kang, kok, ringan banget? Ini bener satu ekor 'kan, ayamnya?" "Namanya juga ayam kecil, Bu! Kalau Bu Tut mau yang besar ini, tapi uangnya nggak bisa ngutang."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Babu Jadi Menantu

Babu Jadi Menantu

"Pantat laknat!" "Mas, denger suara balon kempes gak? Tapi kok bau WC ya." Parmi mengendus membaui aroma busuk yang menyeruak di dalam kamarnya, lalu dengan sigap menutup hidungnya dengan telapak tangan. "Bukan balon kempes, Bu. Ini pantat saya." "Pantat Mas, bisa kempes juga?" tanya Parmi polos, sungguh ia tidak paham pembicaraan suaminya. Perasaan tadi bilang cinta, trus apa hubungannya dengan pantatnya yang kempes?.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai pantat ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status