ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA
Ibu dan Kak Tuti lalu duduk di kursi teras, aku hanya bersender di tiang rumah menghadap mereka.
"Minta tolong apa?" tanyaku sambil melipat kedua tangan di dada.
"Ibu butuh uang." Kak Tuti yang menjawab dengan nada suara kecut.
Aku menoleh ke arahnya, kutarik napas berat, "uang buat apa?"
"Buat bayaran sekolah si Lula, kalau buat makan tentu aja Kakak yang tanggung," jawab Kak Tuti lagi.