Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Istri dari Kota

Pesona Istri dari Kota

ucapku menunduk sungkan. “Bungaran! Kau kasih tahu adikmu, uang lima puluh juta yang hendak kau berikan itu, apakah pinjaman atau tidak. Dan kapan kalian berikan. Biar jelas semua kita mendengarnya.” tanya Papi memastikan Papi meminum kopinya yang terletak di meja. Sementara Bang Bungaran tersenyum manis kepada Papi. “Jelaskan Mam, uang nya kapan mau Mama kirim dan bagaimana status uang tersebut, seperti pertanyaan Papi barusan.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
ASI Untuk Putra Sang CEO

ASI Untuk Putra Sang CEO

Tatapan Annida mengarah pada Heri, kakaknya. "Ngapain kamu minta duit sama abang, hah? Harusnya abang yang minta duit sama kamu. Kamu udah jadi sarjana sekarang! Balas jasa dong ke abang, abang pernah biayain sekolah SMA kamu," omel Heri pada adiknya. "Lah, ngapain seorang kakak minta duit sama adenya sih? Dunia kebalik kali ah! Cepet aku pengen kuota! Mana duitnya, nanti aku ketinggalan info info!" Rengek Annida lagi.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

Ditambah lagi batang pisang yang ditusuk dengan bendera dari bambu yang digantungi telur rebus, setelah selesai acara semua anak akan memperebutkan bendera yang memang dibagikan itu. "Nanti kalau besar Galuh mau jadi ustazah atau guru ngaji?" tanya Amin. "Emmm, mau jadi apa ya. Galuh mau jadi ustazah dan... Jadi seperti ayah." Adah dan Amin sontak saja saling menatap. "Seperti ayah?" tanya Adah. "Iya, acil. Ayah punya banyak teman, Galuh juga mau banyak teman kaya ayah. Pasti seru.."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Mantanku, Kakak Iparku

Mantanku, Kakak Iparku

“Aku kan penginnya bisa nafkahin anak isteriku pake duit sendiri, bukan hasil minta dari orang tua.” Gennaro mengangguk mengerti dan tidak mengajak Deo bicara lagi ketika penjual bubur itu mengantarkan pesanan adiknya. “Makan, Kak.” Deo mengangkat sendoknya kemudian mulai mengeksekusi bubur ayamnya. Bersambung—
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Adik Tiriku Selalu Minta Jatah

Adik Tiriku Selalu Minta Jatah

“Ayah pikir uang bisa memperbaiki semuanya.” Rahang Dani mengeras mendengar itu. Wajahnya memerah karena memendam emosi. Namun melihat kondisi ayahnya yang kini terbaring lemah, amarahnya perlahan terasa melemah juga. Pemuda itu hanya membuang nafas pelan. “Sudahlah, jangan dipikirkan lagi,” jawab Dani singkat sambil membuang muka. “Ayah tahu kamu masih benci ....”
10821 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Meminjam Benih Kakak Ipar

Meminjam Benih Kakak Ipar

Setelah apa yang ia korbankan semalam, bukankah sia-sia kalau tidak mendapatkan apa yang ia inginkan? Dengan perlahan Deana membalikkan badan sepenuhnya. Menggigit bibir bawahnya, menatap Agra yang tampak santai dengan ragu-ragu. “Kakak ipar ….” Deana menjeda. “A-aku masih menginginkannya lagi. B-bisakah aku mendapatkannya lagi?” lanjutnya dengan terbata. “Katakan dengan jelas. Aku tidak mengerti apa yang kamu minta.”
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Seperti yang sudah diduga, itu adalah panggilan telepon dari rumahnya. Begitu sambungan telepon terhubung, suara kakaknya langsung membentak dan memaki tanpa ampun. "Tamara, apa maksudmu, apa? Sekarang Kakak minta uang sedikit saja kamu sudah nggak mau?" "Apa yang kamu minta itu uang sedikit? Kenapa nggak kamu jual saja aku sekalian?" cibir Tamara. "Oke." "Apa?"
9.7168.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

decih Mas Adam dengan wajah kesal. 'Memang ibu cerita apa?' batinku. "Memangnya Ibu menceritakan apa sama Mas Adam?" balasku penasaran. "Semuanya. Jika kamu tidak memiliki uang mengapa kamu memberikan uangmu pada panti asuhan Pak haji. Kamu pikir Mas ngak tau!" decih Mas Adam dengan nada sinis.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
KUTAMPAR KESOMBONGAN KELUARGAMU DENGAN UANGKU

KUTAMPAR KESOMBONGAN KELUARGAMU DENGAN UANGKU

KUTAMP*R KESOMBONGAN KELUARGAMU DENGAN UANGKU part 2 "Makasih, Mbak. Alhamdulillah ada rejekiku lewat menulis," ucapku. "Halah, palingan juga itu ngutang beli kadonya. Nggak usah ngaku-ngaku itu uangmu yang dipinjam Bunga!" bentak Ibu menatapku tajam
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA SANG RENTENIR

JERAT CINTA SANG RENTENIR

Tak lama terdengar suara pintu kamar dibanting dengan kuat. "Aku mau pulang," ucapku pelan. "Baik, kak. Aku antar." "Dari mana kakak dapat uang?" tanya Adit saat di perjalanan. "Kau pikir aku pengangguran?" Aku memukul helm di kepalanya. "Hutang Ayah tidak sedikit. Memangnya berapa keuntungan dari usaha kakak?" Aku tertawa kecil. Adit bukan anak kecil lagi. Usianya sudah tujuh belas tahun. Tentu tak bisa lagi dibohongi.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status