LOGINAisyah Marisa, 25 tahun, seorang gadis desa sederhana yang dipinang oleh Davit--lelaki kaya yang bekerja sebagai manager. Mereka dipertemukan di acara hari jadi perusahaan Angkasa Group--tempat Davit bekerja. Pernikahannya sudah berjalan dua tahun dan selama itu juga ia selalu dijadikan pembantu serta bahan olokan oleh keluarga suaminya. Hingga suatu hari, Davit pulang dengan menggandeng tangan seorang perempuan yang berpenampilan sangat modis. Aisyah menyerah, ia lebih baik pergi, ia tidak ingin hati serta mentalnya semakin hancur karena terlalu lama hidup dengan keluarga toxic ini. Di tengah masalah rumah tangga, ia bertemu dengan seorang CEO yang sedari lama menyimpan rasa kepada Aisyah. Akankah Aisyah kembali membuka hatinya?
View More"Ikay.... Ikay... nasan ka? Wag mo ko iwan dito Ikay.....Ikay may gagamba Ikay tulungan mo ako"
Sigaw ni Terrence."Senyorito Terrence nasan ga kayo, e kadilim dine. ala ey hindi ko po kayo makita eh"sigaw ni Ikay."Bakit po ba kayo narine sa kamalig?"pasigaw na tanong din ni Ikay na panay pa rin ang kapa at hanap kay Terrence gamit ang maliit na gasera."Ikay nasan ka Ikay, bilisan mo IKay" sigaw ulit ni Terrence na tila malapit ng umiyak ang boses."Ere na nga po Senyorito heto nga at akoy nabilis na nga, ay sus wag kang matakot diyan at akong pariyan na" sigaw naman ng nag aalalang si Ikay."Diyos ko naman kase ereng lalaki ere ay ginoo ko kalaking tao eh kaduwag naman ay sya ako'y nagkanda dapa narine kakamadali eh. kadilim pa naman gawa ng ireng gasera koy aandap andap na eh" bubulong bulong na sabi ni Ikay.Sa wakas ay natanglawan ng malamlam niyang gasera ang binata na nakasuksok sa isang sulok malapit sa tambak ng palay. Agad niyang nilapitan ang kababata."Senyorito Terrence , ano ga kaseng ginagawan nyo riyan at kayo'y nagawi rene, halina kayo parine na" sabi ni Ikay na inaabot ang kamay sa binatang nakasiksik sa mga ponpon ng sako sakong palay pero laking gulat niya ng bigla siyang kinabig ng binata at niyakap ng mahigpit.Napasalampak si Ikay sa kandungan ng binatang malapad na ang ngiti."AY KABAYONG PUTI"sigaw ni Ikay sabay tapik sa balikat ni Terrence."ABAY ANO GANG KALOKOHAN NAMAN ERE SENYORITO?" sita ni Ikay na nagpipilit tumayo dahil sa hindi komportableng ayos."IKAY"Lumamlam ang mata nito."TERRENCE......! AKOY WAG MONG MATAWAG TAWAG NG GANYAN ,, AY SIYA! KA NAKU EH MALILINTIKAN KA AKIN MAKITA MO. NAKU NAIRAL NA NAMAN IYANG KALOKOHAN MONG IYAN IKAY MAGTIGIL TIGIL. AY SYA KA!!" babala ni Ikay sabay pinadilatan ang amo binata na kababata at kaibigan niya.Pero imbes na makinig ay kinabig siya lalo ni Terrence at lumapat ang labi ng binatilyo sa nagulat na dalaga."SENYO...." Pero hindi na nagawang magreklamo ni Ikay. Ramdam na kase niya ang pag galaw ng bibig ni Terrence na tila inaaya siyang sagutin ang halik na iyon.Sa mosmos na puso ni Ikay na may itinatagong paghanga sa amo. Naakit ang dalagitang tugunin ang halik na iyon."I love you Ikay" bulong ni Terrence."Huh! ay inang ko po..." biglang bitaw ni Ikay sa binata."Kenapa pada natap aku seperti itu? Aku ada salah?" tanya Rani sedikit tidak nyaman dengan tatapan dari mereka."Kita cuma kaget aja tiba-tiba kamu langsung ngajakin Gus Zizan nikah," jawab Bagas mewakili yang lain."Emangnya ada yang salah? Bukannya setelah lamaran harus segera menikah?" tanya Rani lagi."Tidak ada yang salah tetapi perkataan kamu itu sangat sulit untuk dicerna," jawab Ivan, sedangkan Zizan dan kedua orang tuanya hanya bisa bungkam."Aku benar-benar ingin segera menikah dengan Gus Zizan, tenang saja aku akan tetap menyelesaikan sekolah aku," ujar Rani berusaha meyakinkan."Menurut kamu definisi menikah itu seperti apa?" tanya Zizan. Sekarang hanya ada mereka berdua di ruangan tersebut. Orang tua serta sahabatnya sengaja keluar agar memberikan waktu untuk mereka berbicara empat mata."Menyatukan laki-laki dan perempuan di ikatan janji suci sehingga mereka hidup bersama serta diberikan keturunan yang soleh dan soleha."Zizan tersenyum, lalu berkata, "Menikah bukan hany
"Kenapa kalian diam? Tadi Abi dengar kalian sedang adu mulut bahkan terdengar hingga luar," tanya Abi.Diperjalanan ingin ke UKS melihat keadaan calon menantu, Abi dan Umi tidak sengaja mendengar suara seseorang yang terdengar seperti sedang adu mulut dan suara itu sangatlah mereka kenali, beruntung disekitaran sedang sepi jadi tidak ada santri yang mendengar, mereka mempercepat langkahnya agar segera sampai ke UKS.Sesampinya di dekat pintu UKS, mereka berhenti sejenak memastikan bahwa suara tersebut benar berasal dari dalam ruangan tersebut, mereka menghela napas dan perlahan masuk."Gapapa Abi, cuma sedikit kesalahpahaman saja," jawab Zizan akhirnya."Nak, di dalam suatu hubungan pasti selalu ada ujiannya apalagi sekarang kalian sedang berada di masa pertunangan yang sangat rawan akan cobaan, tetapi Abi selalu berharap agar kalian bisa melewati semua ujiannya bersama-sama dan menyelesaikannya dengan kepala dingin, jangan sampai ego kalian menghancurkan hubungan yang telah kalian ja
Rani terbangun lalu melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 04.50, ia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu, ia harus segera ke Masjid sebelum teman asramanya datang biar mereka tidak curiga karena tidak melihat Rani di tempat tidur."Abi, Umi," sapa Rani ketika tidak segaja berpapasan dengan calon mertuanya tersebut."Bagaimana tidurnya nyenyak?" tanya Umi mengusap rambut Rani yang tertutup ketudung mocca tersebut."Nyenyak banget Umi," jawab Rani tersenyum mengembang."Kamu mau ke Masjid ya? Ayo kita bareng saja," ajak Abi, ia bahagia karena perlahan perempuan tersebut sudah bisa membiasakan dirinya di Pesantren dan terlihat Rani juga sudah rajin solat lima waktu, ia juga tidak pernah mendengar calon menantunya itu berbuat keributan."Maaf Abi tapi kayanya ga usah deh, Umi sama Abi duluan saja, Rani sungkan jika nanti ada santri yang lihat, bisa berpikiran macam-macam mereka karena aku dekat dengan kalian padahal notabenya aku santri baru di sini," jelas R
Jam sudah menunjukkan pukul 22.15 WIB Rani bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Zizan, ia berjalan sepelan mungkin agar tidak mengganggu para temannya yang sudah memejamkan mata."Kamu mau kemana?" tanya Najwa yang terlihat sudah berdiri dari tempat tidur.Rani membalikkan badannya, ia tersenyum gugup. "Eh kamu mau ngapain?" tanya Rani balik bertanya."Seharusnya aku yang tanya kamu mau kemana? Kok kaya mencurigakan gitu?" tanya Najwa dengan mata memicing. "Ayo jujur kamu mau kemana? Apa mau kabur?""Ihh kamu ini suudzon mulu, aku mau ke dapur ambil minum," jawab Rani gugup."Kamu mau kemana?" tanya Rani masih penasaran kenapa perempuan itu terbangun."Aku mau ke toilet," jawab Najwa."Oh ya udah aku pergi dulu ya, kebetulan stok minum aku udah habis," ujar Rani beralasan, ia yakin kali ini alasannya sedikit meyakinkan."Jangan lama-lama biasanya nanti ustadzah datang untuk melihat para santri, bisa bahaya kalau kamu ga ada di asrama," ujar Najwa, benar saja terkadang ustadzah
Rani berjalan menuju kelas dengan tidak semangat, hari ini adalah hari terakhir ia menginjakkan kaki di sekolah ini dan hari ini juga ia akan melangsungkan taaruf dengan Zizan, ia sangat dilema, ia tidak dapat membayangkan bagaimana nasibnya ke depan."Lah tumben nih sekolah masih sepi?" tanya Rani h
"Murung banget tuh muka, kaya setrikaan kusut," ledek Nala, mereka baru saja sampai di sekolah. "Semua barang berharga gue disita oleh nyokap gue dan gue akan dipindahkan ke Pesantren," ujar Rani, ia sengaja tidak memberitahukan tentang perjodohannya kepada Nala, untuk urusan itu biarlah ia rahasiak
"Mas merasa ada yang aneh ga sih dengan sikap Arga dan Riska? Aku ngerasa tatapan mereka tuh beda, apa mereka punya hubungan khusus?" tanya Aisyah, entah lah ia selalu memikirkan urusan karyawannya itu."Sudah lah ga usah dipikirkan, sekarang kamu fokus saja dengan kesehatan kamu dan bayi kita, Mas g
"Aisyah mana Ma?" tanya Alex, lelaki itu baru saja sampai kerumah, ia sengaja pulang lebih awal karena khawatir dengan keadaan sang istri."Lagi di kamar tadi ia mual-mual lagi tapi sekarang udah mendingan, mungkin ia lagi tidur," jawab Mama.Alex bergegas menuju kamar, menemui perempuan yang paling i












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore