Malam di Rumah Tanpa Nama
suara berat itu menggema, lebih kuat dari sebelumnya.
Sosok gelap itu muncul kembali, kali ini lebih besar dan lebih menyeramkan, dengan mata merah yang membakar seperti api. Paranormal itu terus membaca mantra, tapi kegelapan itu tampak tidak terpengaruh.
“Danang,” suara itu berbisik dengan nada mengejek. “Hanya kamu yang bisa menghentikanku. Serahkan dirimu, dan aku akan berhenti.”
Danang terdiam, tubuhnya gemetar. Ia menatap paranormal itu, yang mengangguk kecil. “Itu satu-satunya cara,” kata paranormal itu dengan nada penuh penyesalan.
Hot Chapters