Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

“Pa…” “Hm?” sahut Fredrinn datar. Pria paruh baya, namun masih terlihat gagah perkasa itu tetap fokus menatap layar ponselnya. “Walaupun kejadiannya sudah lama sekali, tapi Papa tetap harus meminta maaf, Pa! Papa telah menyakiti perasaan wanita loh! Wanita itu kalau disakiti, sekecil apa pun itu, dia akan tetap mengingatnya sampai f******k bangkrut!”
10487.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai pardon
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Priangga Angga
ceritanya dari bab per bab nya membuat semakin penasaran terus untuk membaca setiap bab lanjutannya, tapi sekarang semakin sedikit lanjutan bab nya. perhari Hanya 2 sampai 3 bab saja lanjutannya yg bisa di baca. tolong dong kaka lanjutan bab nya di tambahin lg, biar gak bikin tambah penasaran terus.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
PROMISE

PROMISE

“Kamu apa kabar, Phi?” “Selalu baik.” Aku menunjukkan ekspresi datarku. Tidak ada gurat kekesalan ataupun nada yang diselimuti amarah, karena bagiku dia hanya masa lalu yang tak perlu diingat. “Aku minta maaf Phi, sudah bikin kamu kecewa.” Dia mengungkit masa lalu itu, jelas sekali bahwa dia yang menyakiti tapi dia juga yang masih mengingatnya. “Tak masalah, dengan begitu aku bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

kata wanita itu dengan penuh perasaan. Speranza terkekeh. "Sepertinya tubuhmu terluka. Aku punya kotak p3k obatilah luka mu!" Titah Speranza dan menyerahkan kotak p3k tersebut. Wanita itu mengambilnya. "Terima kasih banyak," ujarnya kepada Speranza. Speranza mengangguk dan menatap wanita itu melalui kaca spion. Dia menggigit bibirnya dan berbicara di dalam hati. 'Bukankah kita tidak boleh menyia-nyiaka kesempatan?'
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Takdir

Takdir

Maxime tersenyum smirk. "Eh dongo lo ngapain?" tanya Maxime dengan santai tapi mata yang mengisyaratkan kemarahan. Berani beraninya nyenggol bidadarinya. Ea:v "Apaansi lo? Ganggu waktu gue mau seneng seneng," jawab Aron. Maxime maju selangkah. "Mau ngapain?" "Gue mau nikmatin tubuh-" BUGGGG
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Akhirnya Felix membuka suaranya dengan nada berat. “Fel, aku hanya ingin dimaafkan,” pinta Priska. Kini ia memberanikan diri membalas tatapan mata Felix. “Kenapa sekarang aku harus memaafkanmu? Bukankah saat melakukannya dulu, kamu tidak bernegosiasi denganku?” Felix berkata penuh penekanan.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 913 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

Aku tak menyangka dia akan minta maaf. "Maaf karena... gue bukan orang baik." Ia melanjutkan lagi. Sumpah aku tak mengerti. Apa yang dia maksud? Kemana arah pembicaraan ini? Masa mau minta maaf aja harus sembunyi-sembunyi begini? "Emang kenapa, Fir?" Firdaus maju selangkah. Aku yang parno, refleks mundur selangkah. Firdaus maju lagi, aku mundur lagi. "Ehm... Fir?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Pembalasan Seorang Ibu

Pembalasan Seorang Ibu

Aku mendengar Haris berkata padaku dengan suara serak, "Mika, maaf ...." Aku menghentikan langkahku dan berkata, "Haris, berapa kali pun kamu minta maaf padaku ...." "Nea sudah nggak bisa kembali." Dia menutup matanya, merasa sangat menderita, tetapi hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah. Stella dan putrinya sedang menunggu di depan kantor catatan sipil. "Haris, Vina bilang dia merindukanmu."
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Akhirnya, aku hanya bisa berkata, "Sebaiknya kamu pulang, aku harus pergi kerja." Jelas bukan itu yang ingin didengarnya. Dia bangkit dari kursi dan memegang tanganku, berkata dengan sedikit emosional, "Kak Sandy, aku cuma tertipu. Maafkan aku, ya? Aku hanya khilaf, sekarang aku sadar semua salahku. Semua yang kamu lakukan untukku, aku sudah tahu, dan aku sangat menyesal baru sekarang aku tahu kebaikanmu."
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Seketika, aura mencekam di kelas pun menjadi tenang kembali. “Kok diem aja? Atau emang gak ada niat buat minta maaf sama gue?” bingung Nessa melihat Regar yang masih saja diam. Kelegaan tersirat di wajah cowok itu. Dalam hati, Regar sangat bersyukur Nessa batal menjatuhkan harga dirinya. Regar pun maju satu langkah kemudian mengulurkan tangannya, “sorry soal omongan gue tadi,”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pardon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status