SENTUHAN YANG SALAH
Napasnya memburu pendek-pendek, matanya sayu dan berair menatap layar laptop saat tubuhnya perlahan kembali rileks dari puncak kepuasan yang dipaksakan tersebut.
Tepat saat itu, sesi pelatihan pertama selesai dan layar Zoom memasuki waktu istirahat sepuluh menit. Kamera dan mikrofon segera dimatikan.
Tama menarik tangannya dari balik rok Anya dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Ia mengambil selembar tisu untuk membersihkan jemarinya, lalu menatap Anya yang kini menyandarkan punggungnya ke kursi dengan tubuh yang masih lemas kehabisan tenaga.