Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

Maklum, perempuan sepertiku butuh waktu lebih dari satu jam hanya untuk bersolek dan memilih pakaian agar terlihat penuh effort. Usai memoles bibir dengan lipstic warna peach, aku berpindah ke bagian Korean eyelash extension yang tampak sedikit kurang lentik. Kujepit bulu-bulu palsu itu dengan eyelash curler sampai lentiknya sesuai dengan keinginan. Kutambahkan juga eyeliner agar mataku tampak tegas dan tak mudah diintimidasi siapa pun. Setelah mengoles kelopak dengan eyeshadow satu warna yang senada dengan lipstick, sentuhan terakhir kupoleskan blash on warna peach di tulang pipi. “Udah pulang, Mas?” tegurku saat Jevin masuk. Udah tau nanya. Aku membalas sendiri karena dia tak merespons. Di
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Ctak! Pun tanpa menunggu persetujuan Dante, ‘Beatrice’ sudah menjentikkan jarinya. Sekedip mata, sekitar pun berubah menjadi ladang Bunga Baby Blue Eyes sejauh mata memandang. Kelopak biru bunga yang bermekaran dan beberapa di antaranya tertiup angin membuat sekitar terlihat sangat indah. Tak hanya Dante, ‘Beatrice’ sendiri terpana dibuat ladang Bunga Baby Blue Eyes yang membentang sejauh mata memandang, “Indah sekali ... ini pertama kalinya aku melihat semua ini.”
10559 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
ROSALINE (GADIS MAWAR)

ROSALINE (GADIS MAWAR)

teriak gadis yang bernama Aline itu. "Diam! Ikuti saja kami!" bentak salah seorang dari empat manusia tersebut. Rosaline, gadis remaja berparas cantik memiliki hidung mancung dan kulit kuning langsat. Rambut lurus berwarna hitam dan memiliki bulu mata yang lentik. Membuat remaja berusia sembilan belas tahun itu semakin mempesona. Malam ini tepat malam rabu kliwon.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Main Api dengan Mafia

Main Api dengan Mafia

Suara Rose meredup, seolah sedang menyingkap sebuah memori yang tersimpan rapi di dasar hatinya. Nayla tersenyum kecil. "Wah, kebetulan sekali. Itu juga bunga kesukaan mama aku," jawabnya lembut. Rose menoleh, tampak terkejut namun matanya langsung berbinar. "Benarkah? Wah, kita bisa pilih peony warna blush pink untuk rangkaian kali ini." Mereka lalu lanjut merangkai bunga dengan indah sembari berbincang ringan tentang banyak hal.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
DICERAI KARENA STRETCH MARK

DICERAI KARENA STRETCH MARK

Dia memoles wajah mulusnya dengan riasan natural, kemudian merias kelopak matanya dengan eyeshadow berwarna coklat muda, lalu mempertegas bagian ujung mata dengan warna coklat yang lebih gelap, lantas membubuhkan sedikit glitter di bagian tengah kelopak. Matanya yang sayu semakin cantik dengan tambahan eyeliner dan bulu mata natural, softlens berwarna deep grey dan lipstik yang di ombre dengan warna dasar peach lalu ditimpa warna merah darah membuatnya terlihat seperti gadis delapan belas tahun.
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Dia lebih menyukai warna-warna yang lembut dan memperlihatkan kepribadian seseorang Airin. Dia memberikan pupuk pada bunga Dianthus Bright Eyes. Bunga ini terlihat sangat indah, dengan balutan warna putih serta corak warna merah tua di bagian tengahnya. Salah satu bunga yang mempesona memanjakan mata Airin. Ada beberapa tanan hias lainnya di sana. Sungguh taman mini yang mampu membuat hari libur Airin tak kan merasakan kebosanan.
9.95.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

tanya Naomi meminta perhatian Mareeq sambil menunjuk warna peach lembut dengan sedikit hiasan bunga kecil. Mareeq melirik sekilas. “Itu cocok.” “Kamu bahkan tidak melihatnya dengan benar.” “Kalau kamu yang memilih, selalu cocok. Warna pink bagus untukmu.” Mareeq memberi pendapat. "Ini warna peach," "Bagiku itu pink." Naomi menggeleng kecil, tetapi sudut bibirnya terangkat. Petugas mulai bekerja pada kuku Naomi dengan teliti. Garis-garis kecil mulai terbentuk, membentuk pola bunga yang sederhana.
881 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status