Kalo ngomongin karakter paling populer di 'Detective Conan', pasti langsung kepikiran si Conan Edogawa sendiri. Karakter satu ini emang jadi pusat cerita, tapi popularitasnya nggak cuma karena itu. Ada charm khusus dari bocah jenius yang sebenernya remaja 17 tahun ini. Gimana nggak, dia bisa nyelametin orang pake kecerdasannya yang tajam, tapi tetep lucu pas harus pura-pura jadi anak kecil. Fans dari berbagai generasi suka sama dinamika ini, apalagi pas dia ribut sama Heiji atau Kaito Kid yang selalu bikin ketawa.
Tapi jangan lupa sama Ran Mouri, yang sering jadi 'emotional core' cerita. Banyak yang suka sama chemistry-nya sama Shinichi (versi dewasa Conan), plus kekuatan fisiknya yang bisa ngalahin preman. Karakternya yang kuat tapi tetap perhatian bikin banyak fans wanita relate. Uniknya, meskipun Ran sering nggak tahu rahasia Conan, hubungan mereka justru jadi salah satu daya tarik utama series ini.
Kaito Kid juga punya basis fans gila-gilaan. Pencuri phantom yang selalu muncul dengan style ini berhasil mencuri perhatian lewat charisma-nya yang flamboyan. Penampilannya yang misterius plus rivalitasnya yang sehat sama Conan bikin setiap kemunculannya selalu dinanti. Banyak yang bilang episode atau film spesial yang featuring Kaito Kid selalu jadi yang paling exciting.
Yang menarik, popularitas karakter di 'Detective Conan' ini tersebar merata tergantung demografi fansnya. Ada yang lebih suka karakter detective seperti Heiji Hattori dengan logat Kansainya yang kocak, atau Ai Haibara dengan backstory misteriusnya yang bikin penasaran. Series selama puluhan tahun ini sukses bangun banyak karakter memorable yang masing-masing punya keunikan sendiri.
Terakhir, buat gue pribadi, Professor Agasa itu dark horse yang sering underrated. Tanpa karakter jenius kocak ini, Conan mungkin udah ketauan identitas aslinya di episode 5. Hubungannya yang kayak kakek-cucu sama Conan dan Ai selalu bikin adegan mereka jadi heartwarming di tengah-tengah kasus pembunuhan yang suram.