Sekarang, Giliranku!
Ketika ia membuka matanya kembali, tatapan matanya yang dulu lembut dan naif, kini berubah menjadi sedingin es, menatap lurus ke arah Axel dan Luna bergantian.
"Aku tidak apa-apa," ujar Hazel, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang misterius, senyuman yang membuat Luna mendadak merasa tidak nyaman tanpa tahu alasannya.
Gemuruh di dada Hazel kian sulit diredam. Di bawah meja, jemarinya meremas kain gaun beludrunya dengan amat kencang. Pikiran-pikiran di kepalanya berputar secepat badai.
Bab Populer