Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikahi Paman Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Mantan Tunanganku

Bisa bertahan lima bulan pun itu sudah luar biasa. ** Setelah berbasa-basi hangat, Nyonya Alida memandangi sampel bunga yang tertata rapi di atas meja display. Tangannya meraih seikat mawar peach yang dipadukan dengan baby’s breath. “Aku suka yang ini. Mawar peach tampak manis dan lembut. Menurutmu bagaimana, Lyra?” tanyanya sambil tersenyum. Lyra, yang sedari tadi duduk diam dan mengamati, langsung mengangguk kecil. “Aku juga suka. Warnanya hangat dan tidak terlalu mencolok. Cocok dengan nuansa romantis yang... sederhana.”
9.9118.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Bright Pearl

Bright Pearl

Dan pergerakan yang dibuat, hanya akan dianggap pergerakan seekor tikus kecil yang tidak berarti. Ketika dalam beberapa menit matahari juga menampakkan diri, semakin jelas sosok itu. Gaun merah membalut tubuh yang sewarna dengan kelopak bunga persik. Garis senyumnya melebar ketika jemarinya menyentuh bunga-bunga peony yang mekar. Tapi, sesuatu menusuk jarinya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Bukan terbuka lebar dengan terkejut karena mimpi terjatuh, melainkan terbuka perlahan, seperti kelopak bunga yang enggan melepaskan embun pagi. Di balik bulu matanya yang panjang, terpancarlah warna pupil mata yang sungguh memesona, sebuah warna hijau muda kekuningan yang jernih, bagai padang rumput pertama yang disinari mentari musim semi setelah salju mencair. Warnanya hangat, menenangkan, dan memancarkan kelembutan yang tulus, seolah mata itu sendiri adalah sumber cahaya dan cinta.
460 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Camelia

Camelia

Lia melihat para paus yang sedang gelayutan di pangkuan ketiga tamu itu, kini berbalik menatap Aksa dengan tatapan sensual yang mengundang. Entah mengapa ada sedikit rasa tidak suka di hati Lia saat melihat itu semua. Terlebih lagi saat seorang paus dengan dandanan menor dan liptick setebal lima senti yang tiba-tiba saja berdiri dan langsung mengelus-elus dan menciumi rahang seksi Aksa. Rasanya Lia ingin memberikan beberapa mud trong kewajah menor si wanita paus itu.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Rambut lurus panjang berwarna coklat. Seperti biasanya azalea hanya memakai make up tipis untuk bekerja. Bedak yang tipis dengan eye shadow yang hanya mewarnai bagian bawah kelopak matanya. Ditambahnya sedikit blush on di pipi agar pipi itu tampak kemerahan seolah - oleh sedang berbinar.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Nyesssss abis, padahal baru kalimat pendek yang terucap barusan! Wait a sec, bukan cuman itu. Wajahnya juga nyess, mirip seperti es Magnum. Coklat-coklat kriuk gitu deh. Gimana nggak, mas-mas berkulit coklat kriuk ini adalah pemilik mata terindah yang pernah kutemui. Tajam seperti elang, tapi juga teduh seperti lautan. Auw, hidungnya mancung kayak perosotan TK. Bibirnya yang kecup-able.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali

Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali

"Dia suka warna-warna lembut, seperti peach atau krem. Dia juga orang yang ceria dan penuh semangat." Aisyah berjalan menuju rak bunga, jarinya menunjuk beberapa pilihan. "Kalau begitu, bagaimana dengan mawar peach? Mereka melambangkan kekaguman dan ketulusan. Atau mungkin lili casablanca yang putih bersih, melambangkan kemurnian dan keagungan?"
763 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Lily of the Valley

Lily of the Valley

Ia selalu beranggapan jika Quinn tidak pernah sadar dimana tempatnya berdiri sekarang, Quinn memberikan tatapan seperti itu kepada semua orang, bertingkah jika ia berada di puncak hierarki padahal kenyataan mengatakan ia berada di dasar yang paling bawah. “Apa kau takut?” suara yang keluar dari bibir peach pucat itu terdengar sangat dingin begitu pula dengan pandangan matanya. Padahal matanya memiliki warna yang sangat terang, tetapi rasa dingin mengalir deras dari tatapan yang ia bawa. “AKu tebak kau merasa khawatir atas keberadaanku. Bukankah kau tahu jika wanita yang memiliki bunga abu-abu sepertiku tidak akan bisa memiliki posisi di pemilihan ini?” Quinn mendekat, bunyi sepatunya begitu
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Jodoh Pilihan Dewa

Jodoh Pilihan Dewa

Tanpa sadar genangan haru mulai mengembun di pelupuk mata. Pohon ceri blossom yang tinggal rantingnya tiba-tiba mengeluarkan dua kuncup dan mulai bermekaran secara ajaib, layaknya musim semi. Bubuk glitter warna biru perlahan juga berpendar mengitari pasutri yang sedang berpelukan. Sampai semua laki-laki berpakaian jas hitam pergi melewati mereka, Li Xiao Le segera menjulurkan kepala dengan lucu.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai peach blossom eyes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status