Luka Seorang Istri
Usia kandungan Dilra menginjak 8 bulan, berat badannya berangsur naik tiap bulannya, hingga dia harus di gotong 3 orang agar.
Kami membawa Dilra ke klinik terdekat untuk menghentikan pendarahan, alhamdulillah Dilra dan calon bayi kami masih bisa diselamatkan. Hanya saja kondisinya masih sangat lemah.
Aku masuk ke ruangan Dilra, wajahnya pucat pasi bak mayat.
“Maafkan Mas Dil, maaf karena Mas sudah meragukan kesetiaanmu, Mas pikir kamu enggak akan senekat ini Dil, untuk apa kamu lakukan ini demi aku, bodoh kamu Dil, bodoh.”