Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Belenggu Cinta

Belenggu Cinta

Pada hari aku mengetahui bahwa diriku sedang hamil, aku kebetulan memergoki suamiku sedang menemani "cinta sejatinya" periksa kehamilan. "Aku malam ini nggak pulang, ada urusan." Yohan Suharso berkata dengan nada dingin, lalu merangkul Maudy Hutomo, dan mereka pergi bersama. Aku terdiam sejenak, kemudian memutuskan untuk membuat janji aborsi. Semua orang mengira aku mengejar-ngejar Yohan. Mereka kira, aku tidak akan pernah meninggalkannya meskipun selalu diperlakukan dingin dan kejam. Bahkan dia pun berpikiran serupa. Tapi mereka tidak pernah tahu, bahwa aku melakukan semua itu hanya demi membayar hutang budi. Sekarang, setelah sepuluh tahun berlalu, aku akhirnya bisa mengakhiri pernikahan ini.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku. Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.] Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua. Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.] Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?" Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa. "Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian." Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya. "Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga." "Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."
739 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam Panjang di Bus Terakhir

"Nggak, jangan .... Empat orang terlalu banyak, aku nggak sanggup." Di dalam bus malam itu, empat rekan kerja suamiku menekanku ke kursi dan merenggangkan kedua kakiku dengan paksa. Salah satu pria yang berdiri di depanku melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkannya dengan keras ke pantatku. "Buka kakimu! Perempuan kayak kamu memang pantas puasin kami." Kemudian, dia merobek paksa celana dalamku yang sudah basah kuyup ....
40.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku. Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady Suratman memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah. Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam. "Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan." Aku memohon dengan putus asa agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, meskipun air ketuban pecah, nggak berarti langsung melahirkan. Bahkan ada yang baru melahirkan tiga hari kemudian." "Demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Suratman, kamu sampai ingin anakmu berebut hari ulang tahun dan status dengan Carlton. Benar-benar penuh perhitungan!" Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan putus asa, "Anak yang ada di dalam kandunganku juga anakmu! Brady, aku mohon. Demi anak ini, tolong selamatkan dia. Asalkan bayiku selamat, aku berjanji nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu." Wajah Brady langsung menggelap. Dia membungkuk dan mencengkeram daguku, lalu berkata dengan kejam, "Jangan pakai trik tarik-ulur untuk menarik perhatianku." "Asalkan kamu patuh tinggal di sini sampai lewat tengah malam, aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Setelah melahirkan, kamu juga bisa mendapatkan kedudukan berkat anak itu dan benar-benar masuk ke Keluarga Suratman." Saat aku berteriak kesakitan karena kontraksi, Brady merasa terganggu oleh suara itu. Dia lalu membawa Carlton dan ibunya keluar untuk merayakan ulang tahun. Ketika akhirnya dia teringat padaku dan menanyakan apakah aku melahirkan anak laki-laki atau perempuan, sekretarisnya tampak pucat pasi. "Bu Sandra ... sudah pergi."
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Tidur di Barak Proyek Bersama Suami Sahabatku

Tidur di Barak Proyek Bersama Suami Sahabatku

Aku terpaksa menumpang di barak proyek tempat sahabatku bekerja, tetapi kehadiranku justru memancing perhatian sekelompok pria di sana. Suami sahabatku berniat melindungiku. Namun, tanpa sengaja dia menyelinap ke dalam selimut dan meraba seluruh tubuhku. Aku yang sudah menjanda selama setengah tahun pun, tak sanggup menahan gejolak yang muncul ....
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Di kehidupan sebelumnya, Maya Asraf menikah dengan seorang "suami tak kasat mata". Di hari dia bersalin, Maya mengalami perdarahan hebat hingga koma. Namun, panggilan teleponnya ke Howard Bandri tak pernah diangkat. Setelah dokter menyadarkannya, dengan tangan gemetar dia menandatangani sendiri surat persetujuan operasi. Saat anak-anaknya demam tinggi hingga 40 derajat, Howard tetap tidak menampakkan batang hidungnya. Maya pun menggendong anaknya sendirian ke rumah sakit. Penjagaan selama tiga hari tiga malam, membuatnya sangat letih hingga jatuh pingsan di lorong. Di hari orang tuanya meninggal karena kecelakaan, Howard masih tidak ada. Ketika dia membawa pulang kotak abu kedua orang tuanya, pamannya langsung menamparnya dan mencaci-maki dirinya yang tidak becus menjaga hati suami. Akibatnya, orang tuanya meninggal dengan tidak tenang karena menantu mereka tidak hadir di saat terakhir. Hingga pada usia lima puluh delapan tahun, kanker stadium akhir merenggut sisa hidupnya.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

Pada hari aku didiagnosis kanker paru-paru stadium akhir, hal pertama yang aku lakukan adalah mengirim pesan putus kepada Aliando. Dokter bilang aku paling lama hanya punya enam bulan lagi. Di sisi lain, Aliando hanya membalasku dengan satu kata dalam waktu kurang dari tiga detik. [ Ya. ] Dia tidak tahu, kali ini aku bukan mencari perhatian. Aku benar-benar akan pergi. Ketika aku terbaring di ranjang rumah sakit dan bersiap menyerahkan detak jantungku kepada gadis lain .... Aliando akhirnya runtuh. Dia berlutut di samping tempat tidur dan memohon padaku, "Jangan pergi ...." Namun kali ini, perpisahanku sudah tidak ada hubungannya lagi dengannya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Hadiah Menginjak Usia Dewasa

Hadiah Menginjak Usia Dewasa

Catatan gadis 19 tahun, hadiah terindah di ulang tahun menginjak usia dewasa dari ayah tiriku adalah bagian bawahnya yang besar. "Chika, Ayah cuma mau kasih kejutan buat kamu," ucap ayah tiriku sambil merobek gaunku dengan kasar.
10465.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.7K kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Di hari pernikahan, sahabat kecil tunanganku muncul di lokasi dengan mengenakan gaun pengantin yang sama persis denganku. Melihat mereka berdiri berdampingan menyambut tamu, aku tersenyum dan memuji bahwa mereka benar-benar pasangan yang serasi. Sahabat kecilnya langsung pergi dengan wajah malu dan kesal, sementara tunanganku menuduhku picik dan suka membuat keributan di hadapan semua orang. Setelah resepsi berakhir, dia malah pergi ke tempat bulan madu yang sudah kami pesan bersama sahabat kecilnya. Aku tidak menangis dan ribut, melainkan langsung menelepon pengacara.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai pengertian plot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
4445464748
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status