Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Dia sangat hafal dengan sifat pemilih Sagara yang apa-apa harus serba bersih dan sesuai dengan keinginannya, terutama dalam hal makanan.
“Oh, iya, Bi,” ujarnya lagi. “Gimana rasanya?”
Bibi kembali meringis. “Kebanyakan bumbu instan, Non. Rasanya kayak pabrik.”
“Hah? Emang ada rasa pabrik? Perasaan tadi aku pakai bumbu rasa sop deh.” Jingga berjalan mendekat ke arah kompor. Dia mengambil sendok untuk mencicipi sop buatannya. “Kok gini, ya?” tanyanya, lebih kepada dirinya sendiri.