PERFECT HUSBAND
“Bukan itu. Al ak-“ucapanku terhenti karna dicegat,
“Kebahagiaan itu, tidak akan mba Raih jika mba tidak berusaha mencapainya, tapi memang kalo mbak memilih menderita, bertahanlah dengan rasa sakit itu.”ujarnya, aku terdiam sejenak.
“Ya, aku sangat bodoh,aku seolah terbiasa dengan sakit ini?”lirihku tertunduk.
“Siang ini, aku mau ikut futsal, pengenya sih ditemenin, tapi gak apa sih kalau mbak sangat sibuk.’’ujarnya.
Bab Populer