Kembali bersama Putri yang Kau Buang
Lima belas menit menunggu, akhirnya seorang pelayan toko datang membawa troli, dia meletakan kue yang di pesan di atas meja bersama alat makan dan juga teh hijau yang menjadi teman makan mereka.
Tangan mungil Leary bertaut dengan kuat, anak itu menatap takjub cake di hadapannya yang terlihat indah dan besar, sangat sayang bila sebuah pisau merusaknya.
“Ehm, anu Ferez. Jika tidak habis, apa aku boleh membungkusnya?” tanya Leary penuh harap.
“Ambil saja,” jawaban Ferez di sambut oleh tepuk tangan senang Leary. Ferez mengambil pisau dan memotong cake itu, lalu memberikan bagian besar terlebih dahulu kepada Leary.
Hot Chapters