Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Pertanyaan seperti itu justru penting, karena uang kecil memang sering bekerja sebelum ancaman besar muncul. “Kalau ada yang memberi uang untuk bertanya soal hutan, kalian pulang dan lapor,” kata Leo. “Uang yang membuat kalian menjual mulut hari ini bisa membuat pekerjaan kalian hilang besok.” Halaman kembali sibuk setelah itu. Kudzu tetap dicuci, pati tetap dibungkus, rantai sepeda tetap dibersihkan, dan catatan Andika mulai berisi nama serta pertanyaan yang tidak akan mudah dibantah jika nanti masalah membesar.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

"Bohong, kau selalu tertarik dengan uang!" "Akh, uang yang kau punya tidak ada apa-apanya. Terlalu ...." "Sedikit? Akh, aku bisa memberi dirimu cek dengan angka yang bisa kau tulis sendiri." Muhsin akhirnya menoleh. "Akh, sudah aku duga. Kau selalu tertarik dengan uang." James akhirnya sampai di bawah pohon. "Hei, kau jangan naik! Aku bisa membunuhnya jika kau berani mendekat."
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Karena ibumu anakku begini...

Karena ibumu anakku begini...

Jelasku "Gimana sich kamu, ngk becus banget jadi istri. Ngk ikhlas ya uang anak saya di pake buat bayar bank?" "Bukannya gitu ma, tapi kan hutang mama di bank nunggak selama 3 bulan. Itu pun ada bunga. Mas andi ngk ada uang sebanyak itu. Kan semua gaji mas Andi mama yang pegang". Aku berusaha membela diri agar tidak terus-terusan disalahkan olehnya "Alah, alasan kamu aja. Kamu aja yang ngak bisa kelola uang anak saya dengan bener. Boros sih". Hinanya
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
ISTRI PILIHAN TUAN BRAGA

ISTRI PILIHAN TUAN BRAGA

Maaf ya menunggu lama, hmm by the way siapa nama anda? "Hmm santay sajalah, namaku Braga Ueda. Oh iya mau langsung pulang atau mau kemana lagi?" "Ini terima dulu uang yang tadi kamu pinjamkan untuk bayar belanjaan di supermarket, hitung dulu semua ada 15 lembar pecahan seratus ribu. "Ahh sudahlah tidak perlu, taruh saja di dalam dashboard. Uang segitu hanya untuk aku beberapa Jam juga sudah habis. So bagaimana mau aku antar pulang?"Tanya Braga
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai pohon uangku
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Plane Starry
Author ini tidak pernah gagal dalam membuat alur, selalu menarik. Masuk Pustaka pastinya, Gaby cepat kamu rasakan pake hati, Braga itu kak Brammu yang dulu. Yang aku tidak suka Rachel, jangan sampai dia memisahkan Gaby dan Braga
Issabella Glown
Sumpah Aku gemes baca ceritanya, Gaby lelaki yang selama ini kamu tunggu sudah di depan mata itu, kalau jadi aku pasti akan bisa mengenali walau dia menyamar sekalipun, lanjutkan Thor jangan lama - lama, dan buat Rachel.. biarin saja dia kena hukuman......
Baca Semua Ulasan
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

"Kamu yang di sana! Kamu ini pengacau yah! Aku nggak akan menyalahkanmu karena tidak tahu apa-apa, tapi bisakah kamu berhenti omong kosong? Semua orang di sini memiliki visi yang luar biasa, jadi kamu tidak boleh mengklaim sesuatu yang konyol seperti pohon bonsai adalah pohon uang untuk mencoba membodohi kami.” Di sebelah Javier, Tanya mengulurkan tangan dan menarik ujung kemejanya dengan keras, tapi Javier menolak untuk duduk. Dia bahkan berkata, “Ada kartu bank di dalam tanaman itu dengan nilai sekitar satu juta Dolar di dalamnya, itu memang tidak banyak sih. Itu hanya isyarat kecil untuk memberi selamat kepada Tuan Thiel karena berusia 70 tahun. Inilah mengapa aku mengatakan ini adalah po
9499.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Status Facebook Tetangga

Status Facebook Tetangga

Astaghfirullah, apa ia tidak pulang? Kulihat, ia sedang ngobrol dengan Bu Umroh, entah apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya tentang uang. “Eh Bu Umroh, kenapa bunganya gede banget?” ucap Bu Ning setengah berteriak. “Emang dari sananya,” balas Bu Umroh. “Eh, Bu, saya sudah sering pinjam di orang, nggak ada yang bunganya segede ini!” Mama Adel menunjuk ke kartu, tapi entah kartu apa itu.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

sahutku Belum sempat aku memberi penjelasan secara lengkap pada suamiku, Ibu Susan sudah lebih dahulu kembali ke ruang tamu di mana kami berada. “Ambil ini. Semuanya untuk kamu,” ujar wanita itu. Dia memberikan sejumlah uang tunai dalam bentuk dolar Amerika dan juga kartu debit. “Ma, ini tidak perlu Mama lakukan. Saya tidak kekurangan uang. Rasenda juga memberi saya uang bulanan yang cukup,” ucapku. Ibu Susan tersenyum. “Ini bukan untuk uang bulanan kamu, melainkan untuk tambahan beli saham,” ujarnya.
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 876 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Beri Kesempatan Untuk Pernikahan Kita

Beri Kesempatan Untuk Pernikahan Kita

"Papa kok ingkar janji?" "Papa gak ingkar janji. Kartu kredit itu sama dengan berhutang. Kamu kan belum hasilkan uang, jadi kami sepakat untuk mengajarkan kamu tentang bertanggung jawab dalam menggunakan uang," jelas Papa. Mama mengangguk mengiyakan. "Uangnya akan secara rutin Papa transfer ke rekening kamu. Gunakan dengan bijak. Malah lebih simpel kan? Kamu mau belanja bisa tinggal pakai aplikasi M-banking kamu, atau ambil cash di ATM."
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang

“Tidak, kau tidak perlu memberiku uang. Harta karun yang ada di ruang rahasia ayah sudah cukup untuk aku habiskan seumur hidupku." Thomas berkata, “Bahkan jika itu adalah tambang emas, kalau kau hanya mengambil tanpa memproduksi, kau juga akan kehabisan uang suatu hari nanti. Simpan saja kartu ini. Setiap tahun, aku akan mentransfer uang dari pemanfaatan Pegunungan Naga ke dalam kartu sebagai sebuah dividen khusus. Bahkan jika kau menghabiskan semua uang yang ditinggalkan oleh ayahmu, kau tetap tidak perlu khawatir tentang uang.”
9.23.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105.5K kali sebagai pohon uangku
Tampilkan Ulasan (432)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Baca Semua Ulasan
Ambil Aku Sekarang, Tuan Besar Alpha

Ambil Aku Sekarang, Tuan Besar Alpha

Aku benar-benar bangkrut. “Tepat saat kamu butuh uang untuk membeli sesuatu yang enak dan kamu tidak punya sepeser pun, kamu benar-benar bangkrut,” aku menghela napas, menyelipkan tangan ke dalam saku celana yang aku kenakan, hanya untuk merasakan sesuatu yang berdesir. “Apa ini?” aku bertanya-tanya, menariknya keluar dan terkejut. “Ini uang!” Saku itu berisi beberapa koin!
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pohon uangku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status