KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK
Aku memejamkan mata, pikiranku kembali merunut perjalanan panjang yang tak mudah ini.
Masuk dengan beasiswa, bekerja di laundry dengan upah yang tak seberapa, jualan keripik walau dibully dan dihina pada awalnya, lalu kini berburu project freelance karena tak sempat lagi fokus memikirkan innovasi keripik pada saat pelanggan mulai bosan. Namun sejauh ini, semua terasa istimewa. Aku bisa melewatinya meski tak mudah. Aku bisa membuktikan kalau gelar yang sebentar lagi akan kucapai, adalah hasil jerih payah dan perjuanganku dari bawah.
Aku bisa bicara pada dunia, jangan remehkan seorang anak perempuan. Kami memang terlihat lemah, tapi selalu memiliki sisi kuat yang tak terlihat.
Hot Chapters