Rahim yang Tergadai
Semua sudah dipesan, dekorasi sempurna, malam yang seharusnya menjadi perayaan kecil kebebasan mereka.
“Sempurna! Malam ini gue resmi jadi cowok paling bahagia di dunia.” Galen memutar gas motor sport-nya, melaju penuh semangat. Rindunya meletup di dada, bibirnya tak henti bersenandung. Sang ‘kulkas dua pintu’ kini bersinar ceria karena satu orang—Maiza.
Tapi seseorang mengikutinya.
Di tikungan terakhir, sebuah motor sport tanpa plat menyenggol kendaraan Galen. Kedua motor oleng, Galen terpaksa melompat saat kendaraannya menghantam trotoar.