Kau yang Diantaranya
Tetapi apa yang membuat Nayanika begitu mengamatinya dengan sangat seksama, bahkan seolah ia memberikan penghormatan dengan caranya.
* * *
Hnnn...
Suara Naya meregangkan tubuh setelah ia puas berkeliling galeri, atau kita sebut saja musium lukisan tua itu begitu, karena gadis di semping Surya itu tak kenal rasa lelah selama dua jam berkeliling satu persatu lukisan di sana. Lelaki berkacamata minus itu bahkan ikut melakkan peregangan otot kaki, pegal sekali berjalan-jalan di dalam sana tanpa henti. Begitu ada tembok tinggi sedikit, dia memilih duduk sebentar di emperan gedung. Sudah pegal betul kakinya, bahkan ketika gadis itu mengajak Surya untuk mencari makanan ke salah satu tempat makan pu
Hot Chapters