Sentuh Aku, Renshu!
"Jika aku harus hancur, aku tidak sudi hancur sendirian. Kalau kau takut mati dipenggal... maka matilah bersamaku malam ini."
Yan Liying, Putri ke-9 Kekaisaran Yanze, mengira hidupnya sempurna. Namun di tengah badai, ilusi itu hancur berkeping-keping. Tunangannya yang tampan nan terhormat ternyata berselingkuh dan merencanakan kematiannya demi menguasai mahar kekaisaran.
Dikelilingi serigala berbulu domba dan iblis berwajah dewa di dalam istana, Liying yang rapuh tahu ia tak bisa selamat sendirian. Dalam keputusasaan, ia menyerahkan kehormatannya pada Chu Renshu, seorang prajurit penjaga gerbang dari kasta terendah yang memiliki mata setajam elang dan hawa membunuh sebuas iblis.
Liying mengira ia hanya meminjam pedang sang prajurit untuk membalas dendam. Namun, ia tidak menyadari bahwa ia baru saja membangunkan predator mematikan.
Di bawah bayangan taman bambu dan hukum istana yang kejam, batas antara majikan dan pelayan hancur lebur ditelan gairah. Renshu tak lagi menunduk padanya. Pria itu mengungkungnya, menghapus setiap jejak musuhnya, dan berbisik serak:
"Mulai detik ini, Anda bukan majikan hamba. Malam ini... Anda adalah milikku."