Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Mereka juga teriak-teriak seperti pada saat latihan hadroh. "wetan kali... Kulon kali... Tengah-tengah ono mbaaaak Santri..." "saiki ngaji, sesok yo ngaji..Ben iso rabi karo mbak santriiiii.." Masyaallah.. Kreatifitas tanpa batas...
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 799 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sofia (Ketika Takdir yang Memilih)

Cinta Untuk Sofia (Ketika Takdir yang Memilih)

Suatu pemandangan yang begitu indah. "Masya Allah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah banget ya," ujar salah satu santriwati dari lantai dua. "Mereka teh serasi pisan. Satunya kasep, yang satu geulis pisan." Mereka berjalan beriringan tanpa tahu bahwa mereka jadi pusat perhatian. Beberapa bahagia melihat keharmonisan mereka, adapula yang merasa iri karena mereka diam-diam menaruh harapan pada Ustaz muda mereka.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini. *** Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran. "Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Semoga besok kita diberi semangat." "A....pesss...." *** Pagi hari menyambut kehadiran pesantren. Santri putra dan putri berebut antri mandi. "Aku duluan...aku..." Teriak mereka kesal karena sebentar lagi masuk salaf. Lekas antri mandi mereka masih antri lagi. Ya. Antri sarapan. Meski sarapan hanya nasi dan tempe, kalau tidak ya lauk pauknya telor mata sapi.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Bugh! Satu santri yang merupakan ketua dari tiga orang itu langsung terdorong. Tanpa ampun, Balqis juga melakukan hal yang sama untuk kedua temannya. "Kalian ini apa sudah sempurna? Berani membicarakan orang lain di depannya. Tidak ada yang sempurna, semua santri disini itu sama," gertak Balqis dengan nafas naik turun. Ketiga santri itu tersungkur, tak berani melawan Balqis yang tenaganya sangat kuat. Mulut mereka bungkam dengan keberanian yang Balqis miliki.
9.524.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Wajah ummi cukup terkejut. “Benarkah?” tanyanya. Aku menganggukan kepala. “Namanya Bea, ummi kenal?” “Nggak tahu tuh, ummi nggak kenal anak-anak di sana. Tapi kebetulan abimu mau ke sana, lagi mau buat pesantren dan ummi lagi kordinasi sama ibu Jubaidah. Gimana kalo anak panti Al-Jannah yang sulit bersekolah dimasukan ke pesantren itu saja, abimu setuju.”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

“Kalian besok harus dimandikan. Sudah kotor sekali tubuh kalian.” Lelaki yang berusia sekitar 35 tahun itu pun mengeluarkan rumput dari karung dan memasukkan ke dalam lawak-lawak. * Ketiga sapi itu segera berdiri ketika Pak Anwar menarik kekang tali di hidungnya. Mereka kemudian melahap rumput segar yang tadi dituangkan Pak Anwar ke dalam tempat makan yang disebut lawak-lawak.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Perempuan Bermahar Lima Miliar

Perempuan Bermahar Lima Miliar

Sambil menunjuk-nunjuk remaja tersebut berkata dengan campuran bahasa Sunda, “Tah, manèh, Dayat-Nizar! Dengerin tuh, kata Pak Ustaz juga. Jadi, Kalau diingetan tèh, ulah kumaha karep waè. Kudu didèngèkeun! Belegug sih, saria mah!” (Tuh, kalian, Dayat-Nizar! Dengarkan tuh, kata Pak Ustaz juga. Jadi, kalau diingatkan itu, jangan semau sendiri saja. Harus didengarkan! Sombong banget kalian ini!) Seketika ketiga santri itu saling melempar ucapan. Berdebat tanpa sadar di depan Hamizan yang hanya sedikit memahami bahasa daerah setempat tersebut.
95.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Belum aja aku melanjutkan ucapanku, dari bangku pengunjung kantin, kita semua mendengar dua santriwati yang sedang berkelahi sambil mendorong temannya. "Heh, dasar kamu, penipu ya!" teriak santriwati itu dengan sarkas. ***
10129.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

"Ah, yang saya dengar hanya rumor. Dia mantan istri dari 'menantu sampah' yang tidak becus yang pernah bekerja di gudang Anda, bukan? Saya minta maaf. Saya tidak berurusan dengan orang orang yang berurusan dengan sampah." Kata kata Aruna menusuk Kinanti lebih dalam daripada pisau, karena itu adalah kalimat yang dibuat Arya untuk menghinanya. Wajah Kinanti memerah, matanya berkaca kaca. "Mari kita pergi, Sayang," kata Arya, kembali ke mode posesifnya. Ia merangkul pinggang Aruna erat-erat, seolah menunjukkan betapa remehnya Kinanti. "Jangan buang waktu kita pada kenangan yang tidak relevan."
10755 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi berantai santri kocak 3 orang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status