Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

Di pagi yang semakin cerah, Keira memutuskan untuk menulis sebuah puisi—kata-kata yang mengalir dari dalam hatinya, mencurahkan segala perasaan dan harapan. Ia menuliskan tentang malam-malam yang penuh keraguan, tentang cinta yang menantang segala rintangan, dan tentang janji yang terpatri dalam cincin di jarinya. Adrian membaca puisi itu dengan saksama, matanya lembab karena terharu. “Kata-katamu begitu indah, Keira. Mereka bercerita tentang keberanianmu dan tentang harapan yang kau miliki. Aku ingin selalu menjadi bagian dari setiap baitnya.”
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Sahutku kemudian sambil berjalan pelan menyusuri lorong. Di perjalanan aku berusaha mengusir ketegangan hatiku dengan menutup mata mencoba untuk tidur. Namun bagaimanapun ku paksa, aku tidak bisa mengalihkan ingatanku ke alam mimpi bahkan semakin aku memejamkan mataku. Bayangan Reinard dengan wanita itu menari-nari di pelupuk mataku. Aku menghela nafas pelan, lalu membuang pandanganku ke arah jendela. Gerimis tipis turun membasahi bumi, dan air mataku juga jatuh membasahi pipi.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

__________________ SIMPUL MATI Oleh: Pesona Senja Kita pernah saling menjeda Sepersekian mil jauhnya Hati tersandung nestapa Oleh rindu pada tetes-tetes hujan sendu Kita pernah saling berjanji Bahwa cinta tak lagi tentang memiliki Antara aku dan kamu terpisah raga Tapi jiwa bersenandung kidung cinta Antara kau dan aku adalah satu Satu-satunya hal mustahil di dunia Satu-satunya mimpi tak mungkin nyata Satu-satunya harapan yang tercukupkan hanya khayalan
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

Pelan, Kai menghela napas. Ikhlas itu memang mudah diucapkan dan agak sulit dilaksanakan. Dadanya masih sedikit nyeri saat melihat kenyataan bahwa ia belum bisa segera menimang anaknya seperti apa yang tiga bulan belakangan ini ia dan Kristal impikan. “Ikhlas, Kai, ikhlas,” gumamnya seperti sedang merapal mantra. Ia pun berbalik dan menelusuri lagi lantai tersebut. Kemudian tanoa ia ketahui apa yang ada di pikirannya, lelaki itu sudah masuk ke Mothercare.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Pada suatu hari nanti, suaraku tak terdengar lagi, tapi di antara larik-larik sajak ini. Kau akan tetap kusiasati, pada suatu hari nanti, impianku pun tak dikenal lagi, namun di sela-sela huruf sajak ini, kau tak akan letih-letihnya kucari'
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Mengukir Impian Baru

Mengukir Impian Baru

“Mengapa kamu diam saja?” tanyanya. “Apakah kamu tidak suka dengan ide itu?” “Aku menunjukkan semua ini kepadamu bukan karena aku ingin kamu mewujudkannya untukku. Aku menunjukkannya untuk berbagi impianku.” “Kamu menyusun semua ini saat kamu masih sendiri. Kamu sudah memilikiku sekarang, mengapa kamu harus berusaha sendiri untuk mewujudkannya? Impianmu adalah impianku juga. Uangku adalah uangmu juga.”
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

PoV Merry Butet ini telah membuat duniaku terasa hancur, impianku sirna sudah. Padahal masih banyak mimpiku yang belum terwujud, aku ingin jadi anggota dewan seperti istri pertama suamiku. Ingin punya kebun sawit yang luas seperti Parlin. Padahal untuk mewujudkan impianku aku sudah mengorbankan banyak hal. Mengorbankan masa muda.
9.8582.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.7K kali sebagai puisi impian
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Truly in Love 2

Truly in Love 2

Indah larik pelangi Seusai hujan membuka hari Samar dirajut mega Garis wajahmu lembut tercipta Telah jauh kutempuh perjalanan Bawa sebentuk cinta Menjemput impian Desau rindu meresap Kenangan haru kudekap Semakin dekat tuntaskan penantian Kekasih, aku pulang Menjemput impian Kau dan aku jadi satu Arungi laut biru
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Yah, setidaknya pedang itu bisa masuk gudang senjata, pikirku sambil menyeringai tipis dengan mata yang mulai berbinar jahil. "Tepat sekali!" Sori Sinambela tiba-tiba berdiri tegak, merapikan jubahnya dan berpose dramatis seolah sedang berada di atas panggung megah. "Impian besarku adalah mengarungi seluruh Dataran Antara dan menulis sebuah mahakarya puisi bertema... 'Bertahan Selamanya'!" Aku mengusap daguku yang mulus—janggutku bahkan belum tumbuh—sambil mencerna kata-katanya. Sebuah ide gila mulai melintas di otakku.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

“Ingatlah kawan kita pernah saling memimpikan Berlari-lari 'tuk wujudkan kenyataan Lewati segala keterasingan Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan Ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian Digerayangi dan geliati kesepian Walaupun sejenak lepas dari beban Tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam Hidup ini hanya kepingan Yang terasing di lautan Memaksa kita Memendam kepedihan Tapi kita juga pernah duduk bermahkota Pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata Dicumbui harumnya putik-putik bunga Putik impian yang membawa kita lupa Hidup ini hanya kepingan Yang terasing…” “LAH HAPAL JUGA LO ANAK KECIL?!” seru Kamal takjub.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai puisi impian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status