Kania (Gairah Seorang Pembantu)
Dengan kesadaran penuh, Adi menyempatkan mengusap kepala sang istri sambil berucap, "Kamu istri terbaik yang pernah ada. Maaf ya kalau aku sering nyebelin."
Hanya karena usapan kecil itu, perut Arumi rasanya dihinggapi ribuan kupu-kupu yang berterbangan. Entah kenapa pula rasanya pipinya memanas. "Dih, tumben romantis gini? Biasanya misuh-misuh."
"Kamu tuh yang aneh. Masa diginiin aja udah tersipu? Jadi ingat, kapan sih kita terakhir bersama? Udah lama banget, kan ya?"