Nasi Bungkus untuk Laila
Ia telah menutup buku-bukunya, puisi-puisinya, coretan indahnya atau apa pun yang berkaitan dengan sungai Nil, papyrus, Cleopatra, pyramida, masjid seribu menara dan Al Azhar telah ia hapus dari ingatannya.
"Aku tak ingin bermimpi terlalu tinggi, Bang. Aku takut jatuh dan merasakan sakit yang tak tertahankan. Impianku cukup sederhana, menjadi sumber kebahagiaan untuk keluargaku, bisa mencukupi mereka dan menyambung hidup kami, itu sudah cukup bagiku."
"Laila, kamu berhak bermimpi lebih dari itu, ikutlah denganku, mari merajut asa di negri Musa dan negeri Yusuf yang selalu kamu rindukan itu."
Hot Chapters