Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Bab 373 Monster Kucing “Ma-maksud anda tuan?” tanya Bariga memberanikan diri. “Kau tahu sendiri, kucingku bukan kucing biasa tapi sejenis siluman haus darah. Sekali dia dibuat marah, maka para muridmu tidak akan bisa selamat,” ungkap Galuh. “A-apa?” Bariga tersentak menelan ludah. Begitu pula dengan semua pendekar, mereka sama-sama merasa ngeri mendengar itu di mana kekuatan Galuh cukup menjadi bukti bahwa peliharaannya juga pasti merupakan mahluk sakti.
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 805 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
Akan Selalu Menjadi Milikku

Akan Selalu Menjadi Milikku

Dan karena tidak tahan dengan keheningan itu, Raiya akhirnya bicara, “Guru… punya kucing?” Andri tersenyum tipis dan meliriknya sekilas. “Ehm… punya. Kamu suka?” Ia tersenyum samar dan misterius. Raiya mengangguk kecil. “Lumayan suka… mereka lucu. Kecil… dan menyenangkan.” “Hm…” Andri bersandar sedikit, lalu berkata pelan, “Kalian mirip.”
498 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

"Ikut!" Meletakkan ember di dekat pintu, mengunci pintu rumah bagian belakang, Adinda tergopoh menyejajarkan langkahnya dengan Sena. Pak Rahmat-tetangga Sena dan Adinda yang memiliki kucing sangat banyak. Jumlahnya bisa sampai puluhan. Ada kucing jenis anggora, persia, dan kucing rumahan biasa. Pak Rahmat memiliki kucing dengan jumlah yang banyak karena dijual.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
Istri yang Tak Diinginkan

Istri yang Tak Diinginkan

“Nyonya Feli baik banget, kucing liar aja dipikirin.” “Kucing liar itu justru kasihan, Bik. Mereka makan cuma ngandelin sisa-sisa makanan manusia. Tidur aja mereka nggak tahu di mana. Apalagi kalau hujan mereka pasti kedinginan.”
9.61.4M viewsCompletedAdded to Library 47.4K Times as puisi tentang kucing
Show Reviews (157)
Read
+Library
Es merah delima
Udah 5x aku baca novel ini dari bab awal sampai bab 100, selebihnya aku ga lanjut. Tiap baca bab awal bisa nangis, dada panas. Author bagus di bab awal, selanjutnya kurang greget setelah Belvina meninggoy. Ada rekomen cerita kayak begini lagi ga readers? Bagus tp sayang harusnya di tamatin lbh awal
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

Memikirkan pesta anak kecil semewah itu membuat Khanza auto terserang vertigo akut. Jadi anak manis gak boleh menangis Malu sama kucing meong meong meong Ayolah bernyanyi gak boleh bersedih Malu sama kucing meong meong meong Jadi anak manis gak boleh menangis Malu sama kambing mbek mbek mbek Ayolah bernyanyi gak boleh bersedih Malu sama kambing mbek mbek mbek
9.728.7K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
Sang Legenda Dewa Pedang

Sang Legenda Dewa Pedang

“Berhentilah mengeong. Cepat dan hirup lebih banyak. Ini adalah harta yang langka. Mungkin kita juga bisa berkultivasi dengan menggosok diri kita di bawah pohon ini setiap hari!” Oh meong! Ini sangat nyaman! Li Yu baru saja memasuki halaman ketika dia melihat sekelompok besar kucing liar bergesekan dengan batang pohon. Mereka tampak seperti sedang makan catnip dan terus mengeong “Aduh, pemandangan ini tidak enak dilihat!” Li Yu tersenyum dan tidak memperhatikan mereka lagi. Bagaimanapun, itu normal bagi kucing untuk melakukan hal-hal yang membingungkan.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthuseres
Kesya berucap santai membuat Citra langsung mengubah raut wajahnya menjadi bingung. "Apa maksud anda nona?" dengan wajah keheranan Citra membalas tatapan tajam Kesya. "Kau tidak tahu yah? Baiklah biar ku beritahu. Kau... jauh lebih menakutkan dari seekor ular." Kesya memandangi lama wajah Citra lalu kembali berujar. "Semua orang tahu bahwa ular begitu licik dan licin, jadi semua orang sudah pasti tahu bagaimana cara melindungi diri dari gigitannya yang beracun. Berbeda halnya dengan anak kucing, begitu disayang dan dicintai sepenuh hati tapi siapa sangka kelak nanti berpotensi untuk mencakar bahkan membunuh dengan racunnya. Jadi Citra sesuai dengan penjelasan ku, bukankah anak kucing yang me
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

Memang jika dengan hewan kita harus lembut. "hai kucing, kenapa kau disini sendirian?" tanya Isandra yang tentu saja tidak dijawab oleh kucing itu. ''Hohoho lihat gadis bodoh ini, termakan umpan dariku, tapi masih ada ya manusia yang berbicara dengan hewan?' batin si kucing. Ya itu bukan kucing biasa. Melainkan kucing jadi-jadian. Isandra pun menggendong kucing itu ke pelukannya, "Wah matamu merah, cantik sekali. Seperti mawar, bagaimana kalau kau menjadi temanku?" ucap Isandra tersenyum manis.
5.5K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI

PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI

Han meringis, “lawan paling natural bagi anjing adalah kucing. Keduanya sudah dibuktikan sebagai hewan rumahan yang sejatinya bisa serumah, tapi tidak akur secara pendapat turun temurun. Jadi untuk melawan kawanan anjing, kita butuh kawanan kucing…” Jogesh dan Raisyah menatap ucapan Han dengan wajah bingung dan tidak yakin. Apa yang sebenarnya dia maksud? Kenapa berbicara dengan metafora dan analogi yang tidak ketahuan juntrungannya? Apa maksud si cuek itu? “…oke kita butuh kawanan kucing, terus?” Jogesh melanjutkan, “asline ra mudeng aku, Nyuk. Aku bener-bener ga paham. Kamu maunya apa sih? Karepmu ki opo?”
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 398 Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Dia hanya bicara dengan hati dan pikirannya, maka paman Wangsa menjawab dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh dia sendiri. "Dasar anak nakal! Di situasi ini kamu masih bisa bercanda! Aku ada di atas mu!" Langit kontan menoleh ke atas. Di dahan Pohon besar itu, seekor Kucing berwarna putih dengan hiasan kepala berwarna hitam, nampak sedang duduk dengan malas. "Aku akan membuatnya mengerti apa yang kamu katakan! Berundinglah dengan baik, dan jangan sampai kamu di makan mereka!"
9.272.3K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as puisi tentang kucing
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status