Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
"Itu tadi situasinya darurat banget, kasihan si Memei sampai lemas. Mana suaminya, maksudnya kucing jantan hitam punyaku—nggak bertanggung jawab banget, kerjaannya malah main terus sama kucing tetangga belakangan ini, makanya aku yang terpaksa bantuan urus tadi."
Marni memang sosok gadis yang sangat lucu, polos, dan apa adanya. Mendengar ocehannya yang ramai membicarakan rumah tangga kucingnya, aku terus menahan tawa di dalam kamar. Rasa sesak di dadaku mendadak sedikit terurai.
"Heehee, ya sudah, ada-ada saja kamu. Oh ya, kalau boleh tahu, besok kamu ada kepentingan keluarga apa ke luar kota?" tanyaku lagi.