Tukang Pijat Tampan
Setiap kilometer yang ditempuh menjauhkannya dari ketenangan Pulau Kakap, dan mendekatkannya kembali pada realitas yang selama ini ia hindari.
Pelabuhan penumpang antar-pulau sudah mulai menggeliat sibuk saat Adit tiba. Bau solar, uap laut yang asin, dan teriakan para kuli panggul langsung menyergap indra penciumannya. Adit berjalan tegap menuju loket tiket kayu di sudut pelabuhan.
"Satu tiket ke Pulau L, Mbak. Keberangkatan paling awal," ujar Adit seraya menyodorkan beberapa lembar uang tunai dari dompetnya.