Dinodai Sebelum Malam Pertama
“Wawa, Salwa, kau di mana? Jika ada kau, aku berani melawan mereka. Kita tim seperti charlie* angel, kemampuanmu ‘kan sudah mirip pendekar,”
Tiba-tiba Neng Mas mengingat sahabatnya. “Kenapa aku sedih ya ingat Salwa,” gumamnya seperti telah memiliki sebuah firasat buruk tentang sahabatnya.
Mata Neng Mas terbelalak ketika melihat dari bawah, di balik pintu kaca mesin tersebut, ada dua pasang sepatu sneaker pria bersisian. Mereka akan memasuki mesin On premise ATM. Sementara itu hanya ada Neng Mas yang berada di ruangan mesin ATM berjumlah lima tersebut.