Mendadak Menikah
"Azka, bukankah ini kebetulan? Kita bertemu di sini. Tempat di mana kita harusnya melangsungkan pernikahan, seperti yang selalu kamu inginkan."
Aku ternganga. Apa yang dikatakan perempuan ini? Menikah dengannya?
"Bukankah itu sudah lima tahun yang lalu? Kenapa mengungkitnya sekarang? Oh, ya, ini Qila." Azka memperkenalkanku. "Istriku," ucap Azka lagi.
Perempuan itu melotot, tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan Azka.
"Kamu tentu berhutang banyak penjelasan padaku, Azka. Setelah menghilang dan tidak memberiku kabar apa-apa, sekarang kamu katakan sudah menikah? Hah, lelucon basi!"
Hot Chapters